Hidayatullah.com–Mantan Wali Kota New York, Rudy Giulliani, yang namanya sangat dekat dengan Presiden AS Donald Trump, berpendapat bahwa ada banyak tanda bahwa rezim Iran akan segera digulingkan.
Pengacara Trump Rudy Giuliani ini menyerukan perubahan rezim Iran pada hari Sabtu (30/06/2018) di Paris.
“Kami sekarang secara realistis dapat melihat berakhirnya rezim Iran,” Giuliani mengatakan kepada kerumunan sekitar empat ribu orang, banyak dari mereka adalah pengungsi dan pemuda Eropa timur yang telah diajak untuk menghadiri pawai umum tersebut, dengan imbalan kunjungan akhir pekan ke Paris.
“Para mullah itu harus pergi, ayatollah itu harus pergi, dan mereka harus digantikan oleh pemerintahan demokratis yang diwakili oleh Rajavi,” kata Giuliani.
“Kebebasan sudah dekat… Tahun depan saya ingin mengadakan konvensi ini di Teheran!”
Menurutnya, jatuhnya pemerintah di Teheran dapat disebabkan karena isolasi ekonomi. “Ketika kekuatan ekonomi terbesar berhenti berbisnis dengan Anda, maka Anda akan runtuh… dan sanksi akan menjadi lebih besar, lebih besar, dan lebih besar,” katanya dikutip The Guardian.
Baca: 10 Orang Tewas dalam Protes Anti-Rezim di Seluruh Iran
Giuliani berbicara kepada Dewan Perlawanan Nasional Iran (NCRI)—sebuah koalisi payung yang sebagian besar dikendalikan oleh Mujahidin-e-Khalq (MeK), yang pernah tercatat sebagai organisasi teroris di Amerika Serikat (AS) dan Eropa, dan masih dipandang luas sebagai Sekte Marxis-Islamis yang didirikan di sekitar pemimpinnya, Maryam Rajavi.
Dalam pidatonya Rajavi mengatakan bahwa rezim harus dijatuhkan demi kebebasan Iran dan berargumen bahwa kemenangan sudah dekat, berterima kasih kepada mereka yang berjuang melawan rezim di Iran.
Rajavi, yang menggarisbawahi akan terus berjuang sampai rezim Iran digulingkan, mengklaim bahwa pengaruh Ayatollah Khomeini yang menurun di negara itu merujuk pada rezim yang jatuh.
Rajavi menyatakan bahwa Iran telah kehilangan dukungan dari komunitas internasional dan khususnya Amerika Serikat, dia mengundang mereka di aula untuk melakukan apa yang harus dilakukan untuk menggulingkan rezim, ujarnya dikutip TRTWorld.
Rajavi menyatakan bahwa langkah pertama kebebasan adalah memberikan kedaulatan dan kekuasaan kepada rakyat, dengan alasan bahwa hal pertama yang akan dilakukan Majelis Nasional Iran adalah mengadakan pemilihan ketika rezim digulingkan.
Baca: Protes Anti-Rezim di Iran Terus Berlanjut sampai Eropa
Rudy Giulliani, yang menjabat sebagai Walikota New York pada tahun 1994 dan 2001, mengatakan dia melihat akhir rezim Iran. Hiulliani yang menjadi penasihat keamanan siber di Gedung Putih, sebelum ditunjuk sebagai pengacara pribadi Trump pada bulan April—adalah salah satu dari banyak tokoh konservatif Amerika yang menghadiri konferensi tahunan NCRI.
Giulliani, yang menganjurkan bahwa negara-negara yang terus mendukung Iran mendukung negara yang membunuh orang dan melanggar hak asasi manusia dan perempuan, berpendapat bahwa ada banyak argumen bahwa rezim Iran akan segera digulingkan.
Giulliani menambahkan bahwa perjuangan untuk membebaskan Iran harus terus berlanjut.
Acara ini dihadiri oleh delegasi dan pejabat dari beberapa negara termasuk Inggris, Jerman, Kanada, Amerika Serikat, Meksiko, Tunisia, Maroko, Aljazair, Libya dan Iraq.
Giuliani adalah salah satu dari 33 pejabat senior AS dan petinggi militer pada konferensi tahun ini, pada Sabtu.
Bill Richardson—mantan Duta Besar AS untuk PBB, Menteri Energi AS, dan Gubernur Demokrat New Mexico—juga hadir. Stephen Harper—mantan Perdana Menteri Kanada—juga menyampaikan pidato yang menganjurkan perubahan rezim Iran. *