Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Israel dan Myanmar Menandatangani Perjanjian Manipulasi Buku Teks Sejarah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 1 Juni 2018 07:14 7:14 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 Juni 2018 07:14
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Dua negara pembantai etnis, ‘Israel’ dan Myanmar akan mengedit bagian-bagian tentang sejarah mereka sendiri di buku teks negara setelah menandatangani perjanjian kerja sama pendidikan pada hari Senin.

“Kesepakatan pendidikan dengan Myanmar, melanjutkan kerjasama dengan teman-teman kami di seluruh dunia,” kata Wakil Menteri Luar Negeri Israel Tzipi Hotovely mengatakan dalam kicauan di akun tweeter.

Middle East Eye melansir, perjanjian itu menyoroti hubungan kuat antara ‘Israel’ dan Myanmar, yang sama-sama dituduh melakukan “kampanye pembersihan etnis” skala besar terhadap Muslim Rohingya.

Produsen senjata ‘Israel’ terus menjual peralatan militer ke Myanmar, termasuk kapal perang, sejak krisis kemanusian meningkat tahun lalu.

Perjanjian hari Senin menyerukan untuk mengembangkan program pendidikan di Myanmar untuk mengajarkan tentang “Holocaust dan pelajarannya dari konsekuensi negatif intoleransi, rasisme, anti-Semitisme dan xenophobia,” kata surat kabar Israel Ha’aretz.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Baca: Kementerian Myanmar Tulis Sejarah tanpa Rohingya

Ini juga mendorong pertukaran pendidikan guru dan siswa antara kedua negara.

Menurut Haaretz, yang memperoleh teks perjanjian itu, perjanjian itu memberi Israel dan Myanmar sebuah pernyataan tentang bagaimana mereka digambarkan dalam buku teks masing-masing.

Berdasarkan perjanjian tersebut, pihak berwenang akan meninjau buku-buku pelajaran sekolah terutama yang berkaitan dengan fakta-fakta yang mengacu pada sejarah negara-negara lain, dan memungkinkan masing-masing untuk memperbaikinya.

Tahun lalu, PBB  melabeli kampanye militer Myanmar terhadap Muslim Rohingya sebagai “contoh buku teks tentang pembersihan etnis”.

‘Israel’, yang militernya telah menewaskan lebih dari 100 aksi damai Great Return March di Perbatasan Gaza sejak akhir Maret, yang melanggar hukum internasional.

Awal pekan ini, pengadilan tinggi ‘Israel’ mengizinkan pembongkaran desa Palestina Khan al-Ahmar, sebuah tindakan yang dikecam sebagai “pembersihan etnis” oleh Otoritas Palestina.

Baca: Israel Terus Persenjatai Militer Myanmar

Kemitraan ‘Israel’ dan Myanmar, dalam contoh ini dan di masa lalu, telah menyebabkan banyak kekhawatiran dari para kritikus mereka.

“Tentu saja ‘Israel’ melihat Myanmar sebagai seorang teman. Kedua negara berbagi berbagi pandangan dunia ekslusifis yang sama. Kedua negara telah terlibat dalam kejahatan kriminal negara bagian terhadap mereka yang telah didefinisikan sebagai non-warga negara. Kedua negara menjalankan sistem apartheid, diskriminasi struktural dan  kebrutalan Negara yang tak terkendali. Ini sepenuhnya dapat diprediksi bahwa mereka sekarang terlibat dalam program pendidikan bersama tentang penyangkalan kriminal negara,” ujar Penny Green, Profesor Hukum dan globalisasi di Queen Mary University of London, mengatakan kepada Middle East Eye.

“Untuk Rohingya, 2017 akan selamanya menandai akhir dari genosida selama 30 tahun. Tahun 2017 bagi Rohingya seperti tahun 1948 bagi rakyat Palestina.”

Israel telah dikritik karena menjual peralatan militer ke Myanmar karena yang terakhir melakukan kampanye melawan Rohingya.

Itay Mack, seorang pengacara Israel yang mengajukan petisi ke Pengadilan Tinggi Israel untuk memblokir penjualan senjata ke Myanmar, mengatakan kepada MEE bahwa pembelian kapal perang ‘Israel’ dapat digunakan untuk menyerang pengungsi Rohingya yang melarikan diri dari serangan Myanmar.

Sekitar 700.000 etnis Muslim Rohingya telah meninggalkan desa mereka menuju Bangladesh pada 2017, ketika militer negara itu menjarah, memperkosa wanita dan membakar seluruh kota di negara bagian Rakhine.*/Sirajuddin Muslim

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Anti SemitbukuetnisHolocaustintoleransiisraelManipulasimuslim Rohingyamyanmarpalestinapembantaipembersihan etnisPerjanjianrasismeRohingyasejarahTzipi Hotovelyxenophobia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Turki Latih 800 Personel Polisi asal Suriah
Tulisan selanjutnya Bank ANZ Didakwa Terlibat Kartel Kriminal di Australia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat

Berita
13 Juli 2026 06:04
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Mantan Pemimpin Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Wafat
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?