Hidayatullah.com—Salah satu bank terbesar di Australia, ANZ, akan dihadapkan ke meja hijau atas tuduhan terkait dengan kartel kriminal.
Institusi keuangan itu dan seorang pejabat seniornya menghadapi dakwaan berkaitan dengan penjualan saham-sahamnya sendiri, kata Australian Competition and Consumer Commission (ACCC).
ANZ mengatakan akan membela lembaganya maupun pegawainya dalam menghadapi tuduhan-tuduhan tersebut.
Dua perusahaan lain yang tidak disebutkan namanya serta sejumlah individu lain juga akan dijerat dakwaan oleh pihak kejaksaan, kata ACCC hari Jumat (1/6/2018) seperti dilansir BBC.
Menurut chairman ANZ Rod Sims dalam pernyataannya, dakwaan yang dikenai atas banknya berkaitan dengan dugaan kongkalikong dalam penjualan saham perusahaan menyusul institutional share placement sebanyak 80,8 juta pada Agustus 2015.
Pihak regulator menyelidiki apakah ANZ, satu dari empat bank terbesar di Australia, seharusnya ketika itu mengungkap bahwa 25,5 juta (0,91% dari total saham) dibeli oleh sekelompok manajer senior bank itu sendiri.
Sektor perbankan di Australia belakangan ini didudukkan pada kursi panas setelah terungkapnya sejumlah ketidakberesan bisnis satu dekade terakhir.
- Bank Commonwealth Australia Kehilangan Data 20 Juta Rekening
- Commonwealth Bank of Australia Pungut Biaya dari Bekas Nasabah dan yang Sudah Wafat
Sebuah komisi pemerintah yang mulai bekerja pada Februari lalu sudah menemukan banyak kejanggalan dalam praktek perbankan di Australia.*