Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Meski Ditentang Rusia, Iran dan Suriah, OPCW Kini Berwenang Menyebut Pelaku Serangan Kimia

Ama Farah
Terakhir diupdate: 28 Juni 2018 08:39 8:39 am
Ama Farah
Dipublikasikan 28 Juni 2018 08:39
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Meskipun mendapat penentangan, OPCW sekarang diberi kekuasaan baru untuk menyebutkan siapa pelaku serangan dengan menggunakan senjata kimia.

Hari Rabu (27/6/2018), lewat pemungutan suara Organization for the Prohibition of Chemical Weapons (OPCW) diberi kekuasaan baru, yaitu menyebutkan siapa pelaku serangan kimia yang diselidikinya. Sebelum ini, lembaga pengawas penggunaan senjata kimia itu hanya dapat menyatakan benar atau tidak telah terjadi serangan dengan menggunakan bahan kimia.

Wewenang baru itu, yang diusulkan oleh Inggris, diloloskan lewat dukungan 82 negara anggota OPCW. Sementara 24 negara lain menentangnya.

Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson mengatakan bahwa penambahan kewenangan tersebut “krusial jika kita ingin meredam penggunaan senjata yang sangat keji ini,” lapor Deutsche Welle.

Inggris mengusulkan mosi itu menyusul serangan atas mantan agen ganda Rusia Sergei Skripal dan putrinya Julia di Salisbury dengan menggunakan gas saraf Novichok. Inggris berulang kali menuding Rusia sebagai pelakunya, tetapi pemerintah di Kremlin membantahnya dan menyebut tudingan itu sebagai konspirasi anti-Rusia.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Tahun lalu, penentangan Rusia di Dewan Keamanan PBB secara efektif mengakhiri kerja tim UN-OPCW yang bertugas menyelidiki dugaan serangan-serangan kimia di Suriah. Tim itu, yang diberi wewenang untuk menyebutkan siapa pelaku serangan, diklaim Rusia bias dan tidak akurat.

Rusia, Iran dan Suriah termasuk negara yang memberikan suara menentang atas usulan yang digagas Inggris itu. Sementara Amerika Serikat dan Uni Eropa mendukungnya.

Diplomat-diplomat Rusia berulang kali menuduh London mengajak sekutu-sekutunya untuk melawan Rusia. Sekarang mereka menarik OPCW ke dalam “permainan mereka.”

Menteri Perindustrian Rusia Georgy Kalamanov mengatakan kepada para reporter bahwa sekarang banyak negara yang “mulai berpikir perihal bagaimana organisasi ini (OPCW) akan eksis dan berfungsi di masa depan.”

“OPCW adalah sebuah Titanic yang bocor dan mulai tenggelam,” kata Kalamanov, mengumpamakan organisasi itu seperti kapal Titanic yang besar, megah tetapi nasibnya buruk tenggelam di tengah lautan.

Sebelumnya, Rusia mengatakan Dewan Keamanan PBB merupakan satu-satunya tempat untuk mendiskusikan siapa yang bersalah melakukan serangan kimia.

OPCW diperkirakaan tidak lama lagi akan mempublikasikan laporan tentang serangan besar di kota Douma, Suriah. Sementara para diplomat Barat menuding rezim Suriah menggunakan senjata kimia terhadap warga sipil dalam serangan tersebut, Rusia dan Damaskus mengklaim serangan itu “dipentaskan” oleh AS dan sekutunya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bela Duterte, Jubir Presiden Filipina sebut “Ejekan ‘Tuhan bodoh’ Opini Pribadi
Tulisan selanjutnya Lebih 200 Kematian dalam Aksi Kekerasan di Nigeria Jelang Pemilu

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Berita
30 Mei 2026 13:05
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?