Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tentara AS Diberi Kebebasan Menggunakan Identitas Agama

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 23 Januari 2014 17:34 5:34 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 23 Januari 2014 17:34
Bagikan
Penganut Sikh dalam tentara Amerika Serikat.
Bagikan

Hidayatullah.com–Barangkali ini bisa menjadi cermin bagi aparat di Indonesia, yang selalu tidak tegas membuat keputusan tentang anggotanya menjalankan keyakinan agama. Hari Rabu (22/1/2014), Departemen Pertahanan AS, dikenal juga sebagai Pentagon, memberikan tentara Amerika kebebasan lebih untuk memakai sorban, kerudung, peci, dan atribut terkait agama lainnya, untuk dipakai dengan seragam mereka.

Departemen-departemen akan mengakomodasi ekspresi-ekspresi individual dari keyakinan yang dipegang (nurani, prinsip moral, atau kepercayaan agama) dari para anggota militer, kecuali hal tersebut dapat mempengaruhi kesiapan militer atau kohesi unit terkait kebijakan mengenai akomodasi religius tersebut.

Kebijakan itu terutama mempengaruhi umat Sikh, Islam, Yahudi, dan anggota kelompok-kelompok lain yang berjanggut atau memakai atribut pakaian sebagai bagian dari agama mereka. Hal ini juga mencakup penganut Wiccan dan lainnya yang mungkin memakai tato atau tindikan untuk alasan religius.

Letnan Komandan Nate Christensen, seorang juru bicara Pentagon, mengatakan, untuk pertama kalinya kebijakan Departemen Pertahanan mendorong penerimaan dalam militer terhadap janggut, rambut panjang, dan atribut pakaian yang dipakai karena alasan agama, sepanjang tidak mempengaruhi sikap dan disiplin mereka.

Seorang tentara yang ingin menumbuhkan janggut atau atribut pakaian tersebut harus meminta izin atau akomodasi dari militer. Pentagon sebelumnya hanya memberikan sedikit akomodasi untuk kebijakan seragam untuk mengizinkan umat Sikh memakai sorban.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Kelompok-kelompok advokasi khawatir kebijakan yang diperbarui ini tidak berbuat banyak dalam melindungi penganut Sikh dan lainnya dari kehendak para komandan mereka.

Amardeep Singh, seorang juru bicara bagi Koalisi Sikh, mengatakan, untuk pertama kalinya Pentagon mengindikasikan kemauannya mengakomodasi rambut yang dipanjangkan dengan alasan agama.

Melihat akomodasi agama ini harus disetujui setiap kali tentara berganti penugasan, Singh mengatakan, “Mengecewakan karena halangan bagi keyakinan Sikh masih ada.”

“Jadi seorang Sikh tidak dapat begitu saja terdaftar dalam militer AS dan tidak usah memilih antara keyakinan mereka atau pelayanan pada negara,” ujarnya, dilansir VOA, Kamis (23/1/2014).

Kopral Angkatan Darat Simranpreet Lamba, salah satu dari tiga orang penganut Sikh yang menerima izin untuk memanjangkan rambut dan memakai sorban, mengatakan kebijakan yang baru itu merupakan langkah kecil ke arah yang benar.

“Saya sangat menghargai bahwa Angkatan Darat telah melihat isu ini dan mencoba menambahkan sesuatu. Tapi pada saat yang sama hal ini tidak memberikan akomodasi bagi semua Sikh yang ingin bergabung,” ujarnya.

Lamba mengatakan, ia memerlukan waktu sembilan bulan untuk menerima izin memanjangkan rambut, janggut, dan memakai sorban. Ia tidak pernah mendapat masalah dengan akomodasi tersebut dalam masa dinasnya yang mencapai 3,5 tahun.

Ia mengatakan, dirinya memakai sorban tipis seperti bandana saat memakai helm, dan bisa memakai masker gas dengan efektif meski berjanggut, kekhawatiran umum bagi pria berjanggut dalam militer.

Ibrahim Hooper, seorang juru bicara untuk Dewan Hubungan Amerika-Islam, mengatakan menyambut baik akomodasi agama yang lebih luas dalam militer AS.

“Saya harus lihat bagaimana praktiknya. Hal ini tergantung pada komandan dan dilihat dari pengalaman sebelumnya menjadi problematik — beberapa diizinkan, yang lain tidak,” ujarnya.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 7 Organisasi Kemanusiaan sebut Suriah ‘Krisis Terburuk’
Tulisan selanjutnya Personel Militer Inggris Dipangkas Lagi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Jadi Sengketa Keluarga Berkepanjangan, Pemerintah Singapura Ambil Alih Kepemilikan Rumah Lee Kuan Yew

Berita
1 Agustus 2026 17:10
Blackstone akan Buka Kantor di Kuwait
Pakai Kacamata AI untuk Menyontek Saat Ujian Nasional Pria Korea Selatan Dipidana
MUI: Konten Keislaman Jangan Kalah di Ruang Digital
Ribuan Sambaran Petir Picu Karhutla Baru di Kanada

Terbaru

  • Rektor UIN Tulungagung: Jangan Jauhkan Anak dari Masjid
  • Gelombang Kekerasan Pemukim Ilegal ‘Israel’ Kini Menyasar Gereja Armenia di Tepi Barat yang Diduduki
  • Masjid Perlu Dikondisikan sebagai Tempat Berkumpul Anak Muda
  • Pemukim Ilegal ‘Israel’ Serbu Sejumlah Desa Tepi Barat
  • Iran Eksekusi Dua Pria Terpidana Mata-mata Israel
  • Presiden Suriah: Tergulingnya Rezim Assad Diperlukan Bagi Timur Tengah
  • Puluhan Warga Palestina Syahid dalam Dua Hari Serangan ‘Israel’, Turki: Netanyahu Sabotase Perdamaian
  • ‘Masjidnya Rasulullah Berfungsi sebagai Sekretariat Negara’
  • Gempa M 5,6–5,7 Guncang Mesir, Getaran Terasa hingga Sejumlah Negara Timur Tengah 
  • 152 Warga Palestina Syahid pada Juli, Tertinggi Tahun Ini

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?