Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Hizbul Islam: Iran Mendestabilisasi Afghanistan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 29 Juni 2018 14:47 2:47 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 29 Juni 2018 14:47
Bagikan
Gulbuddin Hekmatyar, kepala Hizb-e-Islami (Partai Islam), menerima anggota delegasi Pakistan di kediamannya di Kabul, Afghanistan
Bagikan

Hidayatullah.com–Pemimpin salah satu partai politik terbesar di Afghanistan telah menuduh Iran mendestabilisasi negara itu demi memajukan kepentingan ekonominya sendiri.

Gulbuddin Hekmatyar, kepala Hizbul Islam  (Partai Islam), yang menandatangani perjanjian damai dengan pemerintah Afghanistan dan saat ini tinggal di Kabul, mengatakan: “Iran adalah satu-satunya tetangga Afghanistan yang telah berinvestasi selama 30 tahun demi terus berlangsungnya perang di negara kita.

“Teheran telah mendapatkan keuntungan-keuntungan ekonomi dari perang di Afghanistan dan berhasil mendapatkan akses ke pasar Afghanistan. Saat ini pasar Afghanistan berada di tangan Iran.

“Ekspor Iran ke Afghanistan saat ini mencapai $5 miliar. Angka resmi espor adalah $2 miliar dan sisanya berupa penyelundupan. Bahkan saat ini pasar-pasar di Provinsi Khost dan Nangarhar dibanjiri dengan barang Iran dan kurma-kurma Iran dijual di Laghman dan Nangarhar yang berbatasan dengan Pakistan,” katanya dikutip Aljazeera.

Baca: Lebih 2000 Milisi Syiah Afghanistan yang Didukung Iran Tewas di Suriah

Kantor berita Arab News bergabung dengan delegasi Pakistan di dialog Pak-Afghanistan Jalur-II di Kabul pada minggu ini.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Forum tersebut, dikenal dengan “Beyond Boundaries,” mendesak kedua negara untuk bekerja menuju “kemudahan bisnis” di titik-titik persimpangan internasional dengan merasionalkan regulasi serta memperbaiki infrastruktur dan pelayanan untuk para pedagang.

Hekmatyar mengatakan gas Asia Tengah dapat membuka kesempatan perdagangan dengan dunia melalui Pakistan dan Afghanistan, namun Iran sedang berupaya memblokir jalur ini melalui Afghanistan dan ingin perdagangan Asia Tengah dilakukan melalui Iran. Teheran ingin gasnya dikirim ke India melalui Pakistan dan Afghanistan bukannya melalui proyek TAPI (Turkmenistan, Afghanistan, Pakistan, India)

“TAPI adalah proyek besar dan itu menghubungkan Asia Tengah dengan dunia melalui Pakistan dan Afghanistan, namun Iran berupaya menghubungkan Asia Tengah melalui Iran. Jadi Iran ingin Pakistan dan Afghanistan keluar dari proyek ini. Proyek ini memiliki banyak keuntungan dan itulah mengapa Iran menciptakan masalah dan menetaskan konspirasi,” kata Hekmatyar.

Baca: Mengapa Orang Afghanistan Mau Mati untuk Iran di Suriah

Dia mengklaim bahwa Iran ingin memblokir rute Afghanistan untuk ekspor minyak dan gas Asia Tengah ke Pakistan dan India dan bahkan seluruh dunia.

“Pendekatan ini hanya menguntungkan Iran. Pakistan dan Afghanistan dipaksa untuk melihat ke arah Iran. Inilah mengapa Iran ingin perang terus berlanjut di Afghanistan, sehingga Pakistan dan Afghanistan tidak mendapat keuntungan darinya dan Iran tetap menjadi satu-satu yang penerima keuntungan dari perang ini.”

Ditanya mengenai kehadiran ISIS di Afghanistan, dia mengatakan ISIS bukanlah masalah besar namun kehadiran mereka selalu dibesar-besarkan.

“Iran sedang bermain permainan yang sama seperti yang ISIS telah lakukan di Iraq. Iran telah mengirim hampir 30.000 orang Afghanistan yang terlatih ke Suriah untuk perang di sana. Banyak dari mereka telah terbunuh dan saat ini Iran ingin membawa mereka kembali ke Afghanistan. Iran telah meminta pemerintah Afghanistan untuk memperbolehkan mereka kembali. Beberapa dari mereka telah ditempatkan di Afghanistan bagian utara. ISIS di Afghanistan merupakan permainan Iran dan bukan permainan AS dan Pakistan,” katanya.

Hekmatyar mengatakan partainya akan ambil bagian dalam pemilihan parlemen pada Oktober. */Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AfghanistanGulbuddin HekmatyarHizbul IslamIndiairanJalur TAPIKabulPakistanpartai IslamStabilitasTurkmenistan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jenderal Senior Iran Terbunuh di Suriah
Tulisan selanjutnya Malaysia Tarik Tentaranya dari Saudi, Hindari Terlibat Konflik Internal

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Berita
31 Mei 2026 01:20
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?