Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Malaysia Sebut Pencucian Uang Mantan PM Najib Razak Libatkan China

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 13 Juli 2018 13:28 1:28 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 Juli 2018 13:28
Bagikan
Najib Razak.
Bagikan

Hidayatullah.com–Pemerintah baru Malaysia mengklaim perusahaan-perusahaan amat mungkin terlibat dalam skandal keuangan yang menyeret badan investasi 1MDB dan pendirinya, mantan Perdana Menteri Najib Razak.

Kementerian Keuangan Malaysia telah membekukan tiga proyek besar dengan perusahaan-perusahaan China. Dua di antaranya merupakan proyek jaringan pipa, lainnya adalah rel kereta api.

Seorang pejabat senior kementerian tersebut mengatakan kepada BBC bahwa proyek jaringan pipa digunakan untuk mencuci uang pemerintahan Malaysia sebelumnya yang dipimpin mantan Perdana Menter Najib Razak.

Najib sendiri kalah dalam pemilihan umum, pada Mei lalu. Kemudian pada 5 Juli dia disidang dengan dakwaan menerima suap senilai 42 juta ringgit atau sekitar Rp143 miliar dan tiga dakwaan lain melanggar kepercayaan.

Masing-masing dakwaan diancam dengan hukuman maksimal 20 tahun penjara jika terbukti.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Kehadirannya di ruang pengadilan hanya sehari setelah dia ditangkap di rumahnya oleh pihak penyidik kasus penggelapan miliaran dolar dari Badan Investasi Negara Malaysia, 1MDB.

Baca: Malaysia Tangguhkan 3 Proyek Besar China

Bekukan proyek

Sejak Najib kehilangan tampuk kekuasaan, hubungan Malaysia dan China tampak masam.

Sehari setelah Najib disidang, Kementerian Keuangan membekukan tiga proyek besar dengan perusahaan-perusahaan besar China. Dua proyek jaringan pipa itu jika digabungkan bernilai US$2,3 miliar atau hampir mencapai Rp33 triliun.

Para pejabat baru kementerian itu kaget ketika menemukan bahwa 88% dari uang proyek telah dibayarkan ke Biro Jaringan Pipa Petroleum China—tapi hanya 13% dari proyek yang rampung.

Tony Pua, pejabat khusus di Kementerian Keuangan Malaysia, mengatakan kepada BBC bahwa pembangunan bahkan belum dimulai. Baru kajian dari konsultan yang sejauh ini sudah rampung.

“Seluruh proyek ini berbau penipuan. (Ada banyak) elemen-elemen pencucian uang yang jelas terjadi. Kami menggelontorkan uang ke perusahaan China dan kami duga uang ini disalurkan ke pihak-pihak yang terkait dengan pemerintahan sebelumnya,” papar Pua.

Menurutnya, Kementerian Keuangan meyakini uang itu dipakai untuk menutup utang 1MDB, yang didirikan Najib Razak pada 2009.

Pua mengungkap bahwa 1MDB, yang sejatinya didirikan untuk mendanai pembangunan ekonomi di Malaysia, kini berutang lebih dari US$12 miliar atau Rp172 triliun.

BBC mencoba menghubungi Biro Jaringan Pipa Petroleum China dan menanyakan mengenai tuduhan Tony Pua terkait proyek pipa Malaysia, namun perusahaan itu tidak menjawab.

Bagaimanapun, Kedutaan Besar China di London memberikan tanggapan.

“Kami telah mencatat laporan yang relevan. China selama ini telah melakoni kerja sama ekonomi, perdagangan, dan investasi dengan Malaysia, begitu pula dengan negara lain, dengan prinsip sama-sama menguntungkan dan hasil sama-sama menang,” sebut juru bicara kedutaan.

Baca: 13 Pelajaran Peristiwa Tumbangnya Rezim di Malaysia 

Sikap Mahathir ke China

Selain membekukan proyek pipa, Kementerian Keuangan Malaysia telah membekukan proyek Kereta Pesisir Timur yang dibangun oleh Perusahaan Konstruksi Komunikasi China.

Proyek bernilai US$20 miliar atau hampir Rp287 triliun itu, menurut Kementerian Keuangan “harus dikurangi secara signifikan agar secara keuangan bisa dikerjakan”.

Kementerian tersebut mengatakan pembekuan proyek pipa dan rel kereta langsung terkait dengan kontraktor yang bersangkutan dan “bukan negara tertentu”.

Meski demikian, pemerintah baru Malaysia tampak menunjukkan perubahan sikap dengan China.

Dalam kunjungan kenegaraannya sebagai Perdana Menteri yang baru, Mahathir Mohamad memutuskan melawat Jepang terlebih dahulu—alih-alih China.

Mahathir baru akan bertandang ke China pada Agustus mendatang, ketika sejumlah kontrak yang dibekukan bisa dinegosiasikan ulang.

Sikap Malaysia itu mengundang peringatan dari harian nasionalis China, the Global Times. Surat kabar itu mewanti-wanti Malaysia agar tidak memojokkan China terlalu keras.

“Jika Mahathir ingin meninjau proyek-proyek besar yang sudah disepakati pendahulunya dan merusak kepentingan perusahaan-perusahaan China, perusahaan-perusahaan itu punya hak untuk mengklaim kompensasi,” sebut editorial harian tersebut.

Baca: Mahathir Tegaskan Malaysia Tidak Mau Berutang pada China 

Agenda kepentingan

Profesor Terence Gomez dari Universitas Malaya mengatakan hubungan dekat antara China dan Malaysia dibangun pada 2013.

Ketika itu, Najib beralih ke Beijing untuk investasi. China di bawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping, menurutnya, bersedia membantu sebagai bagian dari Inisiatif Sabuk dan Jalan yang bertujuan menghubungkan China dan Benua Asia dan sekitarnya.

“Dua negara, keduanya punya rezim otoriter, keduanya didominasi partai berkuasa yang dominan dengan pemimpin kuat, punya agenda,” ujar Gomez.

Gomez yakin bahwa meski saat ini ada masalah antara pemerintah Malaysia dan perusahaan-perusahaan China , hubungan komersial dengan China masih kuat.

Dia mencontohkan langkah perusahaan mobil China, Geely, yang tahun lalu membeli saham perusahaan mobil Malaysia, Proton.

Disebutkan pula bahwa salah satu pebisnis pertama yang mendatangi Mahathir saat dia terpilih sebagai perdana menteri adalah miliuner China, Jack Ma.

Kendati begitu, Gomez punya peringatan terhadap China yang selama beberapa tahun terakhir membangun hubungan ekonomi kuat dengan sejumlah pemerintah otoriter di kawasan Asia Tenggara, termasuk Vietnam dan Kamboja.

“China harus berhati-hati bahwa ada sesuatu yang terjadi di kawasan ini. Khalayak tidak akan lagi menoleransi kekuasaan otoriter selamanya. Perubahan bisa terjadi,” tegasnya.

Itu berarti hubungan China dengan negara-negara itu pun sewaktu-waktu bisa berubah.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Badan Investasi Negara Malaysiachinainvestasi 1MDBMahathir MohammadMalaysiaNajib Razakpencucian uangproyek jaringan piparel kereta api
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pengajian Wartawan Peduli Syariat Bahas Keberkahan Hidup
Tulisan selanjutnya Penipu Berkedok ‘Pangeran Saudi’ Terkuak Gara-Gara Babi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Palestina Terkini

Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis

Palestina Terkini
13 Juli 2026 05:55
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?