Hidayatullah.com–Banner-banner berwarna merah, putih dan biru untuk kampanye pemilihan presiden periode kedua Donald Trump, dilengkapi tulisan “Keep America Great!” sudah siap dikirim dari negeri Tiongkok, negara yang ditantang Trump berperang dagang.
Oleh karena spanduk-spanduk itu dibuat di bagian timur China, maka tak ayal akan terkena kebijakan tarif yang dibuat sendiri oleh Trump.
Di perusahaan pembuat bendera Jiahao Flag, di Provinsi Anhui, para wanita tampak mengoperasikan mesin-mesin jahit menggarap bendera “Trump 2020” berukuran sebesar handuk pantai, sementara pekerja lainnya sibuk menggulung bendera untuk dikemas lalu dikirim.
Pabrik sudah menggarap sekitar 90.000 spanduk sejak bulan Maret, kata manajer Yao Yuanyuan seperti dilaporkan Reuters Rabu (25/7/2018). Jumlah itu sangat besar untuk masa sekarang yang biasanya sepi pesanan. Yao berkeyakinan hal ini disebabkan perang dagang AS-China.
“Sangat berkaitan,” kata wanita itu. “Mereka bersiap lebih awal, mengambil kesempatan sebelum ketentuan tarif yang menyebabkan harga naik diberlakukan, saat ini harganya masih rendah.”
Pemerintah Trump menetapkan tarif atas barang impor dari China yang mencapai $34 miliar. Setelah pemerintah Beijing mengeluarkan tarif balasan untuk barang asal AS, Washington mengeluarkan ketentuan pajak untuk barang senilai $200 miliar lain yang mencakup beraneka macam produk China termasuk bendera dan spanduk.
Dengan bandrol hanya sekitar $1 per potong, pemasok keperluan kampanye Trump –yang berlokasi di AS dan China– pastinya tidak akan menolak harga spanduk dan bendera semurah itu. Pabrik Yao sudah membuat alat kampanye Trump sejak pengusaha properti itu memutuskan terjun ke arena pilpres AS dengan semboyan “Make America Great Again”.
“Penjualan kami bagus sejak 2015,” ujar Yao.
Seorang penjahit wanita di pabrik itu, Sun Lijun, mengaku tidak tidur karena banyaknya pesanan.
“Saya tahu kebijakan tarif Trump yang menarget China sedikit banyak akan berdampak. Namun, kami tidak khawatir sama sekali, sebab kami setiap hari menggarap bendera-bendera asing,” ujarnya.*