Hidayatullah.com–Seorang mahasiswa sudah lima bulan meringkuk dalam sel penjara di India karena postingan bermasalah di WhatsApp, yang menurutnya bukan dia pengirimnya.
Dilansir BBC Senin (23/7/2018), laporan media setempat menyebutkan bahwa mahasiswa berusia 21 tahun itu didakwa melakukan pengasutan karena konten bernuansa “penentangan”, meskipun tidak diketahui pasti apa isi pesan yang dikirimkan di WhatsApp itu.
Polisi menduga pemuda itu adalah admin kelompok WhatsApp di mana pesan bermasalah itu muncul dan kemudian dilaporkan ke pihak berwajib.
Keluarganya mengatakan bahwa pemuda itu dijadikan “default admin” hanya setelah administrator aslinya keluar dari grup medsos tersebut.
Junaid Khan, mahasiswa asal Talen negara bagian Madhya Pradesh, ditangkap pada 14 Februari. Laporan media setempat mengatakan bahwa penangkapan atas Junaid berawal dari sebuah pesan yang diteruskan ke grup WhatsApp yang diikutinya.
BBC berhasil mengkonfirmasi bahwa Junaid sudah meringkuk dalam sel selama lima bulan, sedangkan pesan bermasalah yang menjadi pokok perkara penghasutan yang dituduhkan kepadanya belum juga ada kejelasan.
The Times of India melaporkan bahwa Junaid ditangkap sebagai admin grup WhatsApp ketika kasusnya dilaporkan. Keluarganya mengatakan Junaid ditangkap karena dua anggota lainnya sudah lebih dulu meninggalkan grup.
Salah satu dari kedua orang itu, yang diduga sebagai orang pertama yang memasukkan pesan bermasalah tersebut ke grup, dikabarkan juga sudah ditangkap.
Perwira dari Kepolisian Rajgarh mengatakan kepada koran tersebut bahwa petugas sedang menyelidiki apakah kedua orang itu juga admin grup.
Berdasarkan undang-undang pidana teknologi informasi di India, admin grup media sosial dapat dikenai hukuman penjara apabila membagikan pesan yang dianggap menyinggung sentimen keagamaan atau politik.
Saat ini diperkirakan ada 200 juta pengguna aktif WhatsApp di India.
Hari Jumat pekan lalu, perusahaan aplikasi milik Facebook itu mengumumkan bahwa pihaknya akan membatasi berapa kali sebuah pesan dapat diteruskan (forwarded) ke pengguna WhatsApp di India.
Pengumuman itu muncul setelah sejumlah orang mati sia-sia dibantai massa beberapa bulan terakhir akibat rumor, fitnah dan kabar bohong yang marak beredar di kalangan pengguna WhatsApp di India.*