Hidayatullah.com—Melania Trump memberikan dukungannya kepada pebasket James LeBron, beberapa jam setelah suaminya Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengutarakan penghinaan terhadap bintang NBA itu.
Dalam suatu wawancara beberapa hari lalu dengan jurnalis CNN Don Lemon, pebasket itu mengatakan olahraga memberikan kesempatan kepadanya untuk bertemu banyak orang dari berbagai latar belakang dan ras.
“Olahraga tidak pernah menjadi sesuatu yang memecah belah orang. Dia selalu menyatukan banyak orang,” ujar LeBron.
“Dia [Donald Trump] memecah belah kita dan dari apa yang saya cermati selama beberapa bulan adalah sepertinya dia menggunakan olahraga untuk memecah belah kita dan itu sesuatu yang tidak dapat saya mengerti, sebab yang saya tahu olahraga yang justru pertama kali mempertemukan saya dengan orang kulit putih,” kata LeBron.
“Menurut saya [rasisme] akan selalu ada. Dan menurut saya presiden yang menjabat sekarang ini membuat rakyat bersikap seperti sekarang –mereka tidak peduli, mereka mecampakkannya ke wajah anda,” kata pebasket ternama itu.
LeBron dalam wawancara itu juga bicara soal sebuah sekolah baru yang dibukanya untuk anak-anak kurang beruntung di Akorn, kampung halamannya di negara bagian Ohio. Sekolah itu memberikan makan gratis dan sepeda untuk murid-murid, agen tenaga kerja untuk orangtua murid, serta bank makanan bagi orang-orang tidak mampu.
Hari Sabtu (4/8/2018), menanggapi wawancara itu, Trump berkicau di Twitter. “Lebron James baru saja diwawancarai oleh orang terdungu di televisi, Don Lemon. Dia membuat Lebron kelihatan cerdas, sesuatu yang sulit dilakukan,” cuit Trump. Tidak hanya itu, Presiden AS tersebut juga mengatakan bahwa dia lebih menyukai legenda NBA Michael Jordan bintang LA Lakers, yang dianggap sebagian orang lebih hebat daripada LeBron.
Akan tetapi, lewat juru bicaranya Melania Trump justru memuji apa yang telah dilakukan oleh LeBron.
James “melakukan hal-hal yang baik dengan sekolah di kampung halamannya di Ohio,” kata jubir Melania seperti dilansir BBC.
Tidak terima dengan hinaan Presiden AS yang terkenal dengan lidahnya yang sinis itu, Don Lemon balik mengkritik Donald Trump. “Siapa yang lebih dungu? Seseorang yang menempatkan anak-anak di dalam kelas di sekolah atau yang menempatkan anak anak di kerangkeng?”
Sebagaimana diketahui, kebijakan pemisahan anak-anak migran ilegal dari orangtuanya yang diinstruksikan oleh Trump menyulut kemarahan banyak rakyat Amerika. Anak-anak di bawah umur yang dipisahkan dari orangtua mereka dimasukkan dalam tempat semacam kandang besar oleh petugas keimigrasian.*