Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Cendekiawan Muslim Terkemuka, Syeikh Suleiman Dweesh Meninggal di Penjara Saudi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 16 Agustus 2018 12:47 12:47 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 16 Agustus 2018 12:41
Bagikan
Syeikh Suleiman Dweesh
Bagikan

Hidayatullah.com—Ulama Islam terkemuka Saudi, Syeikh Suleiman Dweesh telah meninggal setelah mengalami dugaan penyiksaan di sebuah penjara Arab Saudi, AlKhaleejonline.com melaporkan pada hari Selasa (14/08/2018).

Menurut akun twitter  yang mendokumentasikan dan melaporkan berita tahanan politik di Kerajaan Saudi (KSA), Syeikh Suleiman ditangkap pada 22 April 2016, sehari setelah memposting komentar kritis tentang Putra Mahkota Mohammad Bin Salman di media sosial.

Fakta bahwa rincian lengkap dari perawatan yang Syeikh Dweesh terungkap menunjukkan adanya hal yang tidak manusiawi. Beliau ditangkap kurang dari sehari setelah memposting komentar kritis tentang Putra Mahkota Mohammad Bin Salman di media sosial.

Pihak berwenang Saudi juga telah menangkap ulama  terkenal, Syeikh Nasser Al-Omar, di Makkah, akun Twitter  Prisoners of Conscience melaporkan.

“Kami mengkonfirmasi berita penangkapan Syeikh Nasser Al-Omar, mantan profesor di Fakultas Agama di Universitas Islam Imam Muhammad Ibn Saud, dan penangguhan akun Twitter -nya,” tulis kelompok tersebut, Ahad (12/08/2018).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Baca: Ulama Saudi, Syeikh Nassar al-Omar, Ditangkap 

Pihak berwenang Saudi memanggil Syeikh Al-Omar pada September tahun lalu untuk penyelidikan dan memintanya untuk tidak ikut campur atau berdiskusi mengenai isu-isu politik.

Akhir tahun lalu, lebih dari 20 ulama dan intelektual ditahan. Di antaranya ulama terkemuka Syeikh Salman al-Audah dan Awad al-Qarni.

Pada umumnya, mereka yang ditahan dikaitkan dengan Ikhwanul Muslimin, gerakan Islam yang dianggap sebagai ‘organisasi teroris’ oleh pihak berwenang di Arab Saudi.

Abdullah Al-Auda, putra ulama terkemuka Syeikh Salman Al-Auda yang telah ditahan oleh pemerintah Saudi selama hampir setahun, mengatakan di Twitter  bahwa Syeikh Al-Omar ditangkap pada Selasa pekan lalu di Makkah.

Al-Omar dikenal karena menolak kehadiran pangkalan militer AS di tanah Saudi.

Sejak diangkat sebagai Putra Mahkota, Bin Salman telah membuat ribuan tokoh oposisi politik dan agama ditangkap. Mereka termasuk ratusan sarjana Syariah, intelektual dan Syekh terkemuka dan profesor universitas.

Bin Salman juga mengkritik Human Rights Watch, Amnesti Internasional dan kelompok-kelompok hak asasi lainnya yang mengutuk tindakan kerasnya atas kebebasan berekspresi di Arab Saudi. Kelompok-kelompok semacam itu menyerukan pembebasan orang-orang Saudi yang ditahan karena menentang pemimpin de fakto negara itu.

Baca: Arab Saudi Dikabarkan Menangkap Syeikh Salman al Audah

Tahun lalu, pewaris takhta, Putra Mahkota Mohammad, melancarkan operasi besar-besaran terhadap lusinan elit dalam kampanye yang disebut ‘pemberantasan korupsi’. Kritik mengatakan itu juga cara mengkonsolidasikan cengkeramannya pada kekuasaan.

Sebagian besar dari mereka yang ditahan sudah dibebaskan.

Para tersangka – yang termasuk pangeran dan miliarder terkenal – ditahan di Hotel Ritz Carlton yang mewah di Riyadh sejak awal November dan dilaporkan disuruh menyerahkan aset dan uang tunai sebagai ganti pembebasan mereka.

Di antara para tahanan adalah miliarder Pangeran Alwaleed bin Talal, yang dibebaskan setelah ia mencapai penyelesaian keuangan dengan pemerintah Arab Saudi untuk menjamin pembebasannya. *

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:arab saudiCendekiawan IslamMohammad bin SalmanpenyiksaanPutra MahkotaSyeikh Suleiman Dweeshulama
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Rumah Hasil Menabung 10 Tahun, Ambruk dalam 15 Detik
Tulisan selanjutnya Lebih “300 Pastor Predator” terlibat Pelecehan Seksual Anak

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Feature
30 Mei 2026 17:30
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Terbaru

  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?