Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pemerintah: Pimpinan ISIS Afghanistan Terbunuh

Ama Farah
Terakhir diupdate: 26 Agustus 2018 20:17 8:17 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 26 Agustus 2018 20:17
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Pimpinan ISIS alias Daesh di Afghanistan, Abu Saad Erhabi, terbunuh dalam serangan atas persembunyian kelompok itu di Provinsi Nangarhar hari Sabtu malam (25/8/2018), kata pihak berwenang.

Sepuluh anggota kelompok bersenjata itu juga terbunuh dalam serangan darat gabungan dan serangan udara oleh militer Afghanistan dan pasukan asing, kata Direktorat Nasional Keamanan di Kabul dalam sebuah pernyataan.

Senjata berat dan ringan serta amunisi dalam jumlah banyak dihancurkan saat penyerbuan di dua tempat persembunyian ISIS.

Kantor berita ISIS, Amaq, belum berkomentar mengenai masalah ini, dan belum ada reaksi dari pasukan gabungan NATO di Afghanistan, lapor Reuters.

Gubernur Nangarhar mengatakan Erhabi adalah pemimpin ISIS Afghanistan keempat yang terbunuh sejak Juli 2017.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Kelompok itu menggalang kekuatan di Nangarhar dekat perbatasan Pakistan, dan menjadi salah satu milisi berbahaya di negara itu.

Pemimpin ISIS Afghanistan yang bernama Abu Sayed terbunuh dalam serangan di Nangarhar dan pendahulunya tewas dalam operasi gabungan pasukan pemerintah Afghanistan dan AS.

Afiliasi ISIS di Afghanistan tersebut, yang juga dikenal dengan nama ISIS-Khurasan, aktif sejak tahun 2015. Mereka memerangi Taliban, serta pasukan pemerintah Afghanistan dan pasukan Amerika Serikat.

Berapa jumlah pastinya anggota ISIS-K sulit dihitung, sebab mereka kerap berganti-ganti sekutu. Namun, militer AS memperkirakan jumlah mereka sekitar 2.000.

Bulan ini, lebih dari 150 anggota ISIS-K menyerahkan diri kepada pihak keamanan Afghanistan di Provinsi Jawzjan, di mana kelompok itu bertempur memperebutkan jalur penyelundupan ke negara tetangga Turkmenistan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya demokrasi HAM Ketum Muhammadiyah: Putusan Hukum Meiliana Harus Dihormati
Tulisan selanjutnya Umat Diajak Teladani Konsep Pendidikan Nabi Ibrahim

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Berita
15 Juli 2026 21:36
ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?