Hidayatullah.com–Seorang warga Kuwait keturunan Mesir menawarkan untuk menyumbangkan perhiasan istrinya untuk mendukung lira Turki yang baru-baru ini jatuh nilainya di hadapan dolar AS setelah berlakunya sanksi terhadap Turki.
Sayyid Muhammad Mustafa, imam Mesir yang tinggal di Kuwait, mendatangi Kedutaan Turki berusaha untuk menyumbangkan perhiasan emas istrinya untuk memberikan dukungan bagi Turki terhadap skenario jahat yang dirancang untuk melemahkan ekonomi negara tersebut.
“Cinta saya untuk saudara-saudari Turki kami. Anda [orang Turki] adalah harapan semua Muslim,” katanya dikutip Anadolu Agency saat ditanya alasan Mustafa menyumbangkan perhiasan.
Baca: PengadilanTurki Menolak Banding Status Tahanan Rumah Pastor AS
Mustafa mengatakan ia sangat mengagumi Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Dia menyerukan kepada warga Turki untuk mengenal Erdogan lebih dalam.
Atase Perdagangan Kedutaan Besar Turki Atilla Ugur Basbug menyampaikan kasih kepada imam tersebut atas usahanya, mengatakan dia tidak dapat menerima sumbangannya.
Mustafa mengatakan ia akan terus mendukung Turki dengan membeli lira dan produk Turki.
Baca: AS Rancang Kejatuhan Mata Turki, Erdogan: Kami Punya Allah
Turki-AS saat ini mengalami hubungan kaku sejak Washington menjatuhkan sanksi pada menteri dalam negeri dan menteri kehakiman Turki pekan lalu setelah Ankara menolak untuk melepaskan seorang pendeta Amerika yang menghadapi tuduhan terkait terorisme di Turki.
Jumat lalu, Presiden AS Donald Trump menggandakan tarif impor aluminium dan baja dari Turki.*