Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Aksi Penikaman di Jerman Picu Protes Antimigran

Ama Farah
Terakhir diupdate: 28 Agustus 2018 18:47 6:47 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 28 Agustus 2018 18:47
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com--Kematian seorang pria Jerman memicu aksi protes spontan yang digelar oleh kelompok-kelompok kanan jauh yang dikenal dengan sikap xenofobianya.

Sebuah festival jalanan di kota Chemnitz, bagian timur Jerman, hari Ahad (26/8/2018) terpaksa dibatalkan beberapa jam sebelum resmi berakhir, setelah 800 orang turun ke jalan memprotes kematian seorang pria berusia 35 tahun.

Korban, yang katanya asli Jerman, ditikam saat terjadi perkelahian yang melibatkan 10 orang, beberapa di antaranya berasal dari “beragam suku bangsa,” kata sumber kepolisian seperti dilansir DW.

Baku hantam itu terjadi sekitar pukul 3 pagi waktu setempat hari Ahad, setelah penutupan festival hari Sabtu malam. Perkelahian didahului dengan adu mulut. Selain satu korban yang tewas itu, dua pria lain berusia 30-an tahun juga ditikam dan sekarang dalam kondisi kritis.

Sementara itu BBC melaporkan bahwa korban tewas adalah seorang tukang kayu bernama Daniel H, yang beribukan wanita Jerman dan berayahkan lelaki asal Kuba.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Polisi dalam aksi baku hantam itu menangkap dua orang laki-laki, satu asal Suriah berusia 23 tahun dan satunya asal Iraq berusia 22 tahun.

Polisi membantah rumor di media sosial yang menyebutkan bahwa perkelahian itu berkaitan dengan kasus pelecehan seksual.

Ahad siang polisi kewalahan menertibkan aksi unjuk rasa ratusan orang, yang juga diikuti oleh kelompok-kelompok kanan-jauh yang dikenal anti terhadap pendatang asing. Pihak berwenang mengatakan mereka umumnya tidak kooperatif dan melemparkan botol-botol minuman ke arah petugas. Tidak sanggup mengatasi massa yang rusuh itu, polisi meminta bantuan dari daerah tetangga Dresden dan Leipzig, lapor DW.

Menurut laporan AFP, unjuk rasa awalnya hanya diikuti oleh sekitar 100 orang saja dan berlangsung tanpa insiden apapun.

Namun kemudian, sekitar 800 orang berkumpul di monumen Karl Marx, yang menjadi titik pusat kota Chemnitz. Monumen tersebut menjadi simbol kota sosialis di Republik Demokratik Jerman (Jerman Timur), ketika monumennya diganti nama menjadi Karl-Marx-Stadt.

Jurnalis lepas Johannes Grunert mengatakan kepada Spiegel Online bahwa dia menyaksikan sejumlah pengunjuk rasa menggunakan botol-botol untuk menyerang “orang-orang yang tidak berwajah Jerman.”

Pegida, gerakan kanan-jauh yang dikenal anti-Islam dan antimigran, menyeru agar hari Senin sore dilakukan unjuk rasa lagi.

Sementara pada hari Ahad (26/8/2018) malam, politisi Markus Frohnmaier dari AfD –parpol yang beraliran sama dengan Pegida– memanas-manasi publik dengan cuitan di Twitter, “Jika negara tidak lagi dapat melindungi warganya, maka rakyat akan turun ke jalan-jalan dan melindungi diri mereka sendiri. Sederhana saja!”

“Hari ini adalah kewajiban warga negara untuk menghentikan ‘migrasi pisau’ mematikan!” ujarnya, merujuk gelombang arus migran dan pengungsi yang beberapa tahun terakhir membanjiri Jerman. “Peristiwa itu bisa saja menimpa ayah kalian, putra atau saudara lelaki kalian!” imbuhnya.

Polisi melaporkan hari Senin malam (27/8/2018) kelompok kanan-jauh berkumpul di monumen Karl Marx, sementara ucapan belasungkawa dan karangan bunga serta lilin memenuhi lokasi sekitar insiden penusukan tersebut, lansir BBC. Di kerumunan kanan-jauh tampak sebagian orang saling memberikan salam dengan salut tangan ke atas seperti yang biasa dilakukan Hitler. Para pengunjuk rasa itu juga terlihat membawa tulisan berbunyi, “Hentikan banjir pencari suaka.”*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Aburizal Bakrie Tolak Keras Cara Premanisme Terhadap #2019GantiPresiden
Tulisan selanjutnya KH Ma’ruf Amin Non-aktif Sebagai Ketum MUI

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Berita
15 Juli 2026 21:25
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?