Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Jaksa Menuntut Syeikh Salman al Audah Hukuman Mati

Ahmad
Terakhir diupdate: 5 September 2018 10:05 10:05 am
Ahmad
Dipublikasikan 5 September 2018 10:05
Bagikan
Syekh Salman al 'Audah
Bagikan

Hidayatullah.com–Pengadilan pidana khusus dibentuk Kerajaan Arab Saudi (KSA) hari Selasa menggelar sidang secara rahasia terhadap ulama tersohor Syeikh Salman al-Audah,  dengan tuntutan hukuman mati atas 37 dakwaan terorisme.

“Pengadilan pidana khusus mulai mengadili Syekh Salman al-Audah secara rahasia,” kata Prisoners of Conscience melalui akun Twitter-nya hari ini. “Dia dikenai 37 dakwaan terorisme dan jaksa menuntut hukuman mati.”

Prisoners of Conscinece adalah lembaga nirlaba memantau tahanan dan penegakan hak asasi manusia di Arab Saudi.

Kelompok hak asasi yang memantau penahanan ulama dan kerabat kerajaan negara itu setelah Mohammad bin Salman menduduki takhta Putera Mahkota Arab Saudi, lapor anak Syeikh Salman mengkonfirmasi berita tersebut.

Baca: Persatuan Ulama Muslim Sedunia Dimasukkan

Syeikh Salman, 61, adalah  ulama Ahlus Sunnah  yang terkenal dan berpengalaman dengan pandangannya yang cukup kontroversial mengenai isu-isu sosial, ditangkap tahun 2017.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Ia  dirujuk ke persidangan rahasia pada pertengahan Agustus di Riyadh, setelah hampir setahun ditahan tanpa pengadilan.

Media Arab Saudi kemarin mengumumkan bahwa ‘individu yang terhubung dengan organisasi teroris’ dijatuhi hukuman mati, tetapi tidak menyebutkan nama Syeikh Salman.

Namun, aktivis hak asasi mengklaim informasi dari pengadilan di Riyadh menegaskan individu tersebut juga termasuk Syeikh Salman al Audah, yang merupakan anggota Persatuan Ulama Muslim Sedunia (IUMS) yang dinyatakan organisasi “teroris” oleh empat Negara Arab; Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain.

Tuduhan terhadap dia tidak dideklarasikan pada awal persidangan. Sebaliknya, jaksa kemarin menuntut 37 dakwaan, termasuk ‘memimpin kelompok teroris’ dan ‘melakukan hasutan kepada pemerintah’.

Setelah itu, netizen media sosial mulai menghujani hashtag ‘Salman al-Audah bukan teroris’ dan mendesaknya untuk dibebaskan.

“Hukuman mati terhadap Salman adalah pertanda buruk untuk apa yang akan terjadi. Salman tidak memberikan pendapat politik. Dia tidak mengkritik Putra Mahkota Mohammad bin Salman atau pemerintah Arab Saudi secara umum, tetapi pandangannya dikatakan mengancam negara.

“Dengan menerapkan hukuman itu, Arab Saudi berharap untuk menutup publik,” kata Direktur Hak Asasi Al-Qist, Yehia Assiri.

Baca: Putra Syeikh al ‘Audah Berharap Pemerintah Saudi Bertanggungjawab Kondisi Ayahnya 

Syeikh Salman ditangkap 10 September 2017 dengan 20 orang lainnya, sebagian dari operasi khusus setelah Mohammad bin Salman menjadi Putra Mahkota pada bulan Juni tahun yang sama.

Gelombang penangkapan itu turut menargetkan ulama, anak raja, feminis, aktivis hak asasi dan pengusaha, yang dilihat sebagai satu kampanye untuk membasmi Arab Saudi dari perbedaan pendapat.

Syeikh Salman, yang memiliki 14 juta pengikut Twitter, ditangkap setelah membuat pengingat untuk perdamaian antara Arab Saudi dan Qatar.

Sebelumnya, Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain, memutuskan semua hubungan dengan Qatar setelah menuduh negara itu mendukung “teroris” yang selalu  dibantah Doha.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ahlus sunnaharab saudidiplomasi Qatarkrisis QatarKSANegara telukPutra MahkotaQatarSyeikh Salman al Audah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Heru Susetyo: Indonesia Kurang Pendekatan Advokasi Soal Rohingya
Tulisan selanjutnya Ulama Palestina Larang Rakyat Menerima Kompensasi ‘Israel’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?