Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Eks Kepala Intelijen Afsel: Ada Hubungan Erat antara Zuma dan Keluarga Gupta

Ama Farah
Terakhir diupdate: 7 September 2018 14:37 2:37 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 7 September 2018 14:37
Bagikan
Jacob Zuma.
Bagikan

Hidayatullah.com–Dua bekas kepala dinas intelijen Afrika Selatan mengatakan bahwa 9 tahun silam CIA sudah memberikan tanda perihal bahaya hubungan erat mantan presiden Jacob Zuma dengan miliarder India keluarga Gupta. Kedua mantan kepala dinas telik sandi Afsel itu dipecat Zuma pada tahun 2011, setelah mendapatkan bocoran dari dinas rahasia Amerika Serikat CIA soal Zuma-Gupta.

Mo Shaik, yang mengepalai dinas intelijen luar negeri Afrika Selatan Secret Service, memiliki hubungan dengan CIA.

Pada tahun 2011, Shaik ditanya oleh CIA mengapa Gupta membeli tambang uranium dan ke mana mereka akan menjual mineral strategis itu.

Baca: Intelijen Turki Ciduk 3 Tersangka Gulenis dari Gabon

Komisi negara yang dibentuk untuk mengusut dugaan korupsi Zuma pekan lalu mendengar bahwa Gupta berencana menjadi satu-satunya pemasok uranium bagi proyek pembangkit listrik tenaga nuklir pemerintah Afsel.

Shaik dan mantan kepala National Intelligence Agency Gibson Njenje sekarang mengatakan bahwa mereka berharap dapat memberikan kesaksiannya di depan komisi tersebut, lapor RFI Senin (3/9/2018).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Komisi yang dikenal dengan sebutan Komisi Zondo itu dipimpin oleh Wakil Ketua Mahkamah Agung Raymond Zondo. Komisi mulai bekerja pekan lalu dan diberi waktu dua tahun untuk mencari bukti dan memaparkan hasil temuannya.

Shaik mengatakan dirinya dulu beberapa kali mendekati Zuma guna memperingatkan bahaya terhadap keamanan negara yang ditimbulkan keluarga kaya raya asal India tersebut.

Baca: CIA Bela Metode “Penyiksaan” Tersangka Kasus Terorisme 

Zuma kala itu mengatakan kepada Shaik bahwa keluarga Gupta adalah satu-satunya pihak yang membantu putranya menjadi seorang miliarder (mata uang) rand melalui koneksinya dengan keluarga super kaya itu.

Pada bulan Mei 2016, Shaik dan Njenje menandatangani petisi, yang juga diteken oleh 27 pejabat tinggi negara, yang isinya menyerukan agar dilakukan penyelidikan independen terhadap dugaan korupsi Zuma.

Zuma saat ini dalam kasus terpisah sudah dijerat 16 dakwaan menerima gratifikasi berkaitan dengan perjanjian-perjanjian pembelian senjata di masa sebelum menjabat presiden. Pada 30 November Zuma akan dihadirkan di pengadilan sementara kasus pidana yang berkaitan dengan dirinya terus bermunculan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Afrika SelatanAfselAtul GuptaCIAintelijenJacob ZumaKorupsi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Temuan Pemilih Ganda Agar Jadi Evaluasi KPU
Tulisan selanjutnya PKS Tuntut Polri Segera Ungkap Dalang ‘Spanduk Fitnah Khilafah’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Berita
30 Mei 2026 13:38
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?