Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Nilai Kontrak UEA – Perusahaan ‘Israel’ untuk Memata-Matai Emir Qatar Senilai 18 Juta USD

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 7 September 2018 21:33 9:33 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 7 September 2018 21:33
Bagikan
Seorang wanita Israel menggunakan iPhone nya di depan kantor NSO group, di Herzliya, dekat Tel Aviv
Bagikan

Hidayatullah.com–Nilai kontrak Uni Emirat Arab (UEA) dengan perusahaan ‘Israel’ dalam tindakan mata-mata terhadap Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani, Perdana Menteri Libanon Saad Hariri dan Pangeran Saudi,  pada Agustus 2013 diperkirakan bernilai sekitar 18 juta USD.

“NSO Group dan afiliasinya hanya dapat menjual itu kepada Emirat dengan persetujuan kementrian pertahanan ‘Israel’,” The New York Times melaporkan baru-baru ini.

Perangkat lunak itu kemudian diperbaharui pada tahun selanjutnya dengan biaya $11 juta, menurut informasi yang The New York Times  dapatkan melalui bocoran faktur dan email tentang dua tuntutan hukum yang dilayangkan di Cyprus dan ‘Israel’ kepada NSO Group.

Tuntutan hukum itu menuduh perusaahan ‘Israel’ ikut serta dalam melakukan tindakan mata-mata ilegal. Itu dilayangkan oleh “seorang warga negara Qatar dan jurnalis dan aktivis Meksika yang menjadi target perangkat mata-mata perusahaan tersebut,” menurut The New York Times.

Ketika UEA ditawarkan pembaharuan, pemerintah ingin mengujicoba sebelum membelinya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Baca: UEA Terbukti Sewa Perusahaan Zionis Retas Telepon Emir Qatar

Untuk mengesankan klien Emiratnya, perusahaan ‘Israel’ tersebut merekan dua panggilan telepon yang dilakukan oleh jurnalis Saud, Abdulaziz Alkhamis, dan mengirim datanya pada pemerintah Emirat. Alkhamis menegaskan pada The New York Times bahwa panggilan telepon itu benar-benar terjadi dan dia tidak sadar sedang diawasi.

Menarget aktivis hak asasi manusia

Amnesti Internasional  menyatakan pada Agustus bahwa salah satu pekerjanya telah menjadi target Pegasus dalam upaya memata-matai kelompok HAM itu.

Anggota staf tersebut telah menerima sebuah pesan Whastapp yang memuat tentang protes untuk mendukung para tahanan politik yang ditahan Arab Saudi. Amnesti Internasional menyatakan bahwa itu “jelas-jelas upaya memancing kolega kami mengklik tautan yang dikirim.”

Nama domain dalam pesan itu milik “sebuah infrastruktur jaringan besar yang sebelumnya telah tercatat berhubungan dengan pemasok perangkat mata-mata ‘Israel’, NSO Group,” tambah Amnesti Internasional.

Kelompok pembela HAM dan beberapa kelompok lain di Panama, Meksiko dan Uni Emirat Arab telah menjadi target perangkat mata-mata ‘Israel’ yang sama, penyelidikan oleh Citizen Lab dari Universitas Toronto mengungkapkan.

Amnesti Internasional mengindentifikasi seorang pembela HAM lain di Arab Saudi juga menjadi target.

Baca: UEA Dalang di Balik Krisis Qatar?

Diantara mereka yang menjadi target perangkat mata-mata itu, menurut Citizen Lab, ialah advokat HAM UAE Ahmed Mansoor, pada 2016.

Mansoor dijatuhi hukuman 10 tahun penjara karena postingannya di sosial media pada Mei.

Sebagaimana diketahui, The New York Times baru-baru ini mengungkap kejahatan siber Uni Emirat Arab (UEA) yang menyewa perusahaan Teknologi ‘Israel’ dalam upayanya memata-matai Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, Perdana Menteri Libanon Saad Hariri dan pangeran Saudi, lapor The New York Times.

Baca: Sisi Lain Krisis Diplomasi Qatar versus Saudi dan UEA

Aksi mata-mata itu menggunakan software (perangkat lunak) bernama Pegasus, digunakan oleh perusahaan perang cyber ‘Israel’ NSO Group yang biasa dijual kepada pemerintah.

Teknologi ‘Israel’ tersebut meretas smartphones dengan mengirimkan perangkat yang menjadi target sebuah pesan menarik yang berisi tautan. Jika penerima mengklik tautan itu, sistem akan menginstall  software yang dapat mengirim sejumlah data yang mengejutkan dan tidak terdeteksi kepada mereka yang memata-matai.

Data yang dapat diperoleh melalui Pegasus termasuk lokasi, rekaman, tangkapan layar, email dan pesan, password dan foto-foto.

The New York Times tidak mengatakan apakah upaya UEA untuk memata-matai para pemimpin negara rival berhasil atau mengenai informasi apa yang didapatkan.

Pertukaran teknologi mata-mata antara Uni Emirat Arab dan ‘Israel’ adalah sebuah mata rantai dalam rantai kolaborasi berkelanjutan yang dimulai pada tahun 1990-an. Kolaborasi itu telah terjadi meskipun UEA dan ‘Israel’ tidak memiliki hubungan diplomatik resmi.*/Nashirul Haq AR

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Emir QatarhackhackingisraelNSO Group TechnologiesPangeran Mutaib bin AbdullahretasSaad HaririSheikh Tamim bin Hamad Ali ThaniUEAUni Emirat ArabZionis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hakim Putuskan ICC punya Kekuatan Hukum Selidiki Kejahatan Kemanusiaan Rohingya
Tulisan selanjutnya MUI Minta 41 Anggota DPRD Malang Bertobat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Berita
30 Mei 2026 13:05
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?