Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Presiden dan Pemimpin Pemberontak Sudan Selatan Teken Gencatan Senjata

Ama Farah
Terakhir diupdate: 13 September 2018 08:50 8:50 am
Ama Farah
Dipublikasikan 13 September 2018 08:50
Bagikan
Presiden Sudan Selatan Salva Kiir dan Wapres Riek Machar.
Bagikan

Hidayatullah.com—Setelah berkali-kali dikabarkan akan menandatangani kesepakatan damai, Presiden Sudan Selatan Salva Kiir dan mantan wakil presiden yang kemudian menjadi pemimpin pemberontak Riek Machar, hari Rabu (12/9/2018), akhirnya benar-benar menandatangani kesepakatan gencatan senjata.

Pada tahun 2013, hanya dua tahun setelah Sudan Selatan menjadi independen terpisah dari Sudan, negara baru itu terpuruk dalam perang saudara yang merenggut nyawa puluhan ribu orang dan menjadikan jutaan rakyat kehilangan tempat tinggal. Bukannya mengurus negara baru yang morat-marit akibat peperangan untuk memisahkan diri dari pemerintah pusat Sudan di Khartoum, para pemimpim Sudan Selatan justru saling berebut kekuasaan di negara yang kaya minyak tersebut.

Baca juga, Presiden Sudan Pecat Semua Menterinya

Perjanjian damai sebelumnya buyar pada tahun 2015 setelah berlangsung hanya setahun, akibat bentrokan bersenjata antara pasukan pemerintah dan pasukan pemberontak yang setia kepada bekas wakil presiden Riek Machar yang memaksanya melarikan diri dari ibukota Juba.

Kesepakatan gencatan senjata yang ditandatangani di sela-sela pertemuan tingkat tinggi regional di Ethiopia itu juga menetapkan bahwa Machar akan didudukkan kembali pada kursi wakil presiden, lapor DW.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Negara-negara Barat yang mengawasi kesepakatan damai itu; Norwegia, Inggris dan Amerika Serikat, sedikit optimistik perdamaian itu akan langgeng. Sebelumnya mereka pernah mengungkapkan skeptisisme bahwa Kiir dan Machar bukan jenis pemimpin atau tokoh yang bisa dipercaya untuk menjaga kesepakatan damai.

“Kami berharap diskusi akan tetap terbuka bagi pihak-pihak yang belum merasa yakin akan kelanggengan kesepakatan ini,” kata mereka dalam sebuah pernyataan. “Kita harus merengkuh memontum regional yang lebih luas ini guna memastikan perdamaian bagi rakyat Sudan Selatan,” imbuh mereka.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Aliansi BEM: Jokowi Gagal Jalankan Roda Pemerintahan
Tulisan selanjutnya Vital Strategies: Industri Tembakau Manfaatkan Media Demi Bisnisnya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Berita
1 Juni 2026 13:00
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?