Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pengadilan Turki Tolak Permohonan Membuka Hagia Sophia untuk Shalat

Ahmad
Terakhir diupdate: 14 September 2018 21:05 9:05 pm
Ahmad
Dipublikasikan 14 September 2018 21:05
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Pengadilan Tinggi Turki  hari Kamis menolak permohonan untuk membuka Hagia Sofia, sebuah landmark Istanbul yang sekarang menjadi museum setelah pernah menjadi gereja dan masjid sepanjang sejarah.

Mahkamah Konstitusi menolak permintaan asosiasi bahwa Hagia Sophia dibuka untuk doa dan shalat dengan alasan tidak ada landasan hukum, sehingga keputusan pengadilan itu menunjukkan bahwa tidak akan ada perubahan apapun dalam waktu dekat mengenai fungsi dari bangunan tersebut, kutip Kantor Berita Resmi Turki, Anadolu melaporkan.

Dalam permohonannya, asosiasi masyarakat menganggap larangan shalat di Hagia Sophia telah melanggar hak kebebasan berekspresi. “Permintaan itu berasal dari asosiasi warisan Turki independen,” paparnya seperti dikutip situs Haberturk.

Hagia Sophia diubah menjadi museum yang dapat diakses semua orang oleh para pendiri Turki modern yang sekuler pada 1930-an. Kelompok sekuler di Turki khawatir dengan semua upaya meng-Islamisasi bangunan itu atau menjadikannya sebagai masjid.

Baca:  Setelah 85 Tahun, Adzan Kembali Menggema dari Dalam Hagia Sophia

Selama beberapa tahun pemerintahan Presiden Recep Tayyip Erdogan, terjadi peningkatan aktivitas Muslim di museum itu dan pembacaan Al-Quran dilakukan pada waktu tertentu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Hagia Sophia dibangun pada abad keenam sebagai gereja oleh Kekaisaran Bizantium Kristiani dan menjadi tempat bagi Patriarkhi Konstantinopel, bekas nama Istanbul.

Saat pasukan Ottoman (Utsmaniyyah) yang dipimpin Sultan Mehmet II (Sultan Mohammad al Fatih) menakhlukkan kota itu pada 1453, dia memerintahkan segera mengubah Hagia Sophia menjadi masjid. Menara pun dibangun di sekitar kubah Bizantium.

Ini berfungsi sebagai masjid sampai setelah runtuhnya Kekaisaran Ottoman di pertengahan 1930-an otoritas negara Turki yang baru (sekuler, red) di bawah pendiri pendiri ayahnya Mustafa Kemal Ataturk memerintahkannya untuk menjadi museum bagi semua.

Negara tetangga Yunani, yang terus mengamati negara warisan Bizantium di Istanbul, kadang-kadang menyatakan keprihatinan bahwa status Hagia Sophia sebagai museum sekuler bisa terancam jika berubah menjadi masjid.

Tahun 2016, Pemerintah Yunani marah dan mengecam langkah Pemerintah Turki yang telah mengizinkan al-Quran dan suara adzan dikumandangkan dari Hagia Sophia. Yunani khawatir bahwa Pemerintah Presiden Tayyip Erdogan sedang berupaya mengubah situs Hagia Sophia kembali menjadi masjid.

Baca: Yunani Tersinggung Dikumandangkannya Adzan di Masjid Hagia Sophia

Dalam sebuah pernyataan, Yunani mengkritik: “Hagia Sophia adalah situs warisan dunia UNESCO. Upaya untuk mengubahnya menjadi sebuah masjid – melalui pembacaan Al-Quran, penyelenggaraan doa, dan sejumlah tindakan lainnya – adalah menghina komunitas internasional, yang perlu dimobilisasi dan bereaksi.”

Namun, Ankara menolak kritik itu, menuduh Athena gagal menegakkan hak-hak minoritas Muslimnya.

Departemen Luar Negeri Turki mengecam Yunani yang mengritik  pembacaan al-Quran dan panggilan adzan saat Ramadhan diadakan di Ayasofya (Hagia Sophia) di Istanbul.

“Kementerian Luar Negeri Yunani, bukannya menyampaikan ucapan selamatnya kepada orang-orang Turki pada bulan suci Ramadan dan ‘Malam Kekuatan (Kadir Gecesi), memilih untuk mendistorsikan pembacaan Quran dan menyerukan shalat di Hagia Sophia, “kata Kementerian Luar Negeri Turki.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AdzanBizantiumHagia SophiamuseumMustafa Kemal AtaturkOttomanPengadilan TurkiRecep Tayyip ErdoganshalatSultan Mehmet IITurki
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Iran Merilis Data Baru Program Nuklir
Tulisan selanjutnya Mahasiswa Mendemo Jokowi di Berbagai Daerah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?