Hidayatullah.com—Belgia mengatakan akan mengambil tindakan hukum terhadap Google karena tidak memenuhi permintaannya untuk mengaburkan citra satelit yang menunjukkan situs-situs militer negaranya.
Kementerian Pertahanan Belgia mengatakan bahwa pihaknya sudah meminta agar Google mengaburkan gambar lokasi militernya, seperti pangkalan udara dan pembangkit listrik tenaga nuklir, dengan alasan keamanan.
“Kementerian Pertahanan akan menggugat Google,” kata seorang jubir kementerian, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut seperti dilansir DW Jumat (28/9/2019).
Google sebelumnya sudah memenuhi permintaan serupa dari negara-negara lain seperti Prancis dan Belanda. Akan tetapi di Belgia, pangkalan udara Kleine Brogel yang terletak dengan perbatasan Belanda, pembangkit-pembangkit nuklir, serta intalasi perminyakan dekat Pelabuhan Antwrep masih dapat dilihat dari citra satelit di Google Maps.
Menanggapi hal tersebut Google menyatakan penyesalan terhadap keputusan Kementerian Pertahanan Belgia itu.
“Sangat disayangkan Departemen Pertahanan Belgia telah memutuskan untuk mengambil keputusan ini,” kata Michiel Sllaets, salah seorang jubir Google di Belgia.
“Kami sudah bekerja sama dengan mereka selama lebih dari dua tahun, membuat perubahan-perubahan pada peta kami seperti yang diminta dan legal.”
Goole Maps Street View, yang memungkinkan seorang pengguna internet melihat pemandangan 360 derajat jalan-jalan, museum, taman, dan lokasi-lokasi lainnya, juga harus berhadapan dengan hukum dan keamanan di banyak negara.
Di Jerman, warga dapat meminta agar gambar rumahnya dikaburkan, lapor DW.
Sementara itu Google Street View masih belum mendapatkan izin dari pemerintah India. Pemerintah setempat mengatakan bahwa gambar beresolusi tinggi dapat membahayakan lokasi-lokasi militer dan fasilitas penting lainnya.*