Hidayatullah.com–Jurnalis Saudi, Jamal Khashoggi (52) dikabarkan menghilang di Turki setelah mengunjungi Konsulat Saudi untuk mengurus pernikahannya, jelas tunangan Khashogi melaporkan.
Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Arabi21, tunangaan Khashogi, Hatice (36) mengatakan Khashoggi memasuki konsulat pada pukul 13:00 waktu setempat untuk mengumpulkan beberapa dokumen dan tidak pernah kembali. Para pejabat mengatakan kepadanya bahwa Khashoggi meninggalkan gedung itu, tambah Hatice.
“Saya tidak menerima kabar darinya sejak Selasa pukul 13.00,” ujar Hatice di luar gedung konsulat, Rabu (3/10/2018) sebagaimana dikutip AFP.
Perempuan itu mengatakan, Jamal meninggalkan telepon genggamnya saat pergi ke gedung konsulat Saudi. “Saya hanya ingin tahu keberadaannya. Di mana Jamal?” tambah Hatice sambil sesekali melihat ke teleponnya.
Baca: Khashoggi Kirim Pesan ke Saudi Menyusul Pembebasan Tahanan Ritz Carlton
Dia menambahkan bahwa dia menghubungi pasukan keamanan Turki tetapi tidak menerima informasi tentang hilangnya Khashoggi.
“Khashoggi mengunjungi konsulat Riyadh di Istanbul minggu lalu untuk surat-surat keluarga, tetapi staf konsulat memintanya untuk kembali beberapa hari kemudian untuk menyelesaikan prosedur untuk makalahnya karena alasan birokrasi. Itulah yang dia lakukan hari ini sebelum kepergiannya, ”kata Hatice.
Jamal mendatangi kantor konsulat untuk mendapatkan dokumen-dokumen resmi untuk persiapan pernikahannya dengan Hatice, yang berkebangsaan Turki itu.
Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan editor opini internasional Washington Post, Eli Lopez, hari Rabu, menegaskan bahwa dirinya “tidak dapat mencapai Jamal sampai hari ini dan kami sangat prihatin tentang di mana dia mungkin berada”.
“Itu tidak adil dan memalukan jika dia ditahan karena pekerjaannya sebagai jurnalis dan sebagai komentator … kami berharap dia aman dan kami dapat mendengar darinya segera,” tambah Lopez sebagaimana dikutip Euronews.
Arab Saudi membantah telah menangkap Khashoggi dan mengatakan wartawan itu “segera keluar” setelah meminta dokumen terkait status perkawinannya.
“Pemerintah Arab Saudi menindaklanjuti dengan seksama pada setiap laporan yang terkait dengan keselamatan warganya dan akan terus menindaklanjuti laporan-laporan ini,” kata pihak berwenang Saudi dalam sebuah pernyataan kepada Associated Press.
Namun juru bicara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan member informasi berbeda.
“Menurut informasi yang kami miliki, orang ini yang adalah warga negara Saudi, masih berada di Konsulat Saudi di Istanbul. Kami tidak memiliki informasi yang bertentangan,” kata Ibrahim Kalin.
Baca: Jurnalis Saudi Peringatkan ‘Perubahan’ pada Penegakkan Relijius KSA
Pada hari Sabtu, Khashoggi berbicara pada konferensi Middle East Monitor (MEMO) yang menandai 25 tahun sejak penandatanganan Kesepakatan Oslo.
Khashoggi adalah seorang wartawan, kolumnis dan penulis asal Saudi. Dia sebelumnya menjabat sebagai pembantu media untuk Pangeran Turki Al Faisal, Duta Besar Saudi untuk Amerika Serikat.
Khashoggi telah hidup di pengasingan di Amerika Serikat selama beberapa tahun terakhir. Sebagai seorang wartawan Saudi terkemuka, ia secara ekstensif meliput konflik di Timur Tengah antara 1987 dan 1999 termasuk perang Afghanistan. Dia juga, pada beberapa kesempatan, mewawancarai Osama bin Laden.
Sebagai kontributor Washington Post, Khashoggi dikenal banyak mengkritik Putra Mahkota Mohammad bin Salman, yang, dalam beberapa tahun terakhir, mengantar gelombang reformasi dengan ‘Visi 2030’ nya.*