Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
InternasionalNone

Dinilai Rasis, Sebagian Warga Belgia Menuntut Patung Raja Era Kolonial Disingkirkan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 4 Juni 2020 21:28 9:28 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 4 Juni 2020 21:28
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Terinspirasi dengan aksi protes global yang dipicu kematian warga kulit hitam Amerika Serikat, George Floyd, yang mati karena tindak kekerasan polisi kulit putih, sekitar 30.000 orang Belgia menandatangani petisi yang menuntut agar patung-patung era kolonial Raja Leopold II yang pasukannya membumihanguskan Kongo akhir tahun 1800-an disingkirkan dari tempat-tempat publik.

Petisi online itu, yang diprakarsai oleh seorang remaja laki-laki berusia 14 tahun lewat Instagram, menuntut agar monumen-monumen yang ada di seluruh wilayah ibu kota Brussels dan sebuah patung setengah badan di kota Halle disingkirkan.

“Kami adalah anak–anak dan tidak ingin mengungkap identitas kami. Oleh karena itu kami mencari sebuah organisasi … untuk mewakili kami,” kata remaja itu kepada Reuters, menyebut dirinya sebagai Noah.

Petisinya dalam bahasa Prancis dan Belanda yang dimuat di situs Change.org menyeru agar patung-patung itu dienyahkan sebelum bulan Juni, dengan alasan Leopold II tidak memiliki tempat di kota multikultural Brussels, yang menyebut dirinya sendiri sebagai ibu kota Eropa.

Di kota Ghent, sebuah patung setengah badan Leopold II dilumuri cat merah dan diberi tulisan “I can’t breath” (saya tak bisa bernapas), meniru kata-kata yang diucapkan Floyd ketika lehernya digencet lutut polisi yang meringkusnya. Sebuah patung Leopold II di kota Antwerp dibakar, lapor media Belgia seperti dilansir Reuters Kamis (4/6/2020).

Baca Juga

Tahun Baru Hijriah, Kini Punya Makna Perubahan Orientasi Hidup dan Kepedulian Sosial
Cegah Anak Obesitas, Inggris Larang Makanan Manis dan Gorengan di Sekolah
Iran Hujani Israel dengan Rudal Usai Trump Klaim Kemampuannya Melemah
200 Tentara AS Terluka, Iran Nyatakan Siap Perang Panjang
Jerman Penjarakan Seorang Pria Libanon Anggota Hizbullah

Banyak orang muda Belgia mengaku malu sebab Leopold II terus mendapatkan penghormatan sementara jutaan orang Kongo tewas antara tahun 1885 dan 1908 setelah Raja Belgia itu mendeklarasikan Kongo sebagai properti pribadinya.

Pasukan Leopold diperintahkan untuk mengumpulkan tangan-tangan para korban tewas, yang ditembak mati karena menolak kerja paksa. Raja itu juga mengimpor orang Kongo untuk mengisi sebuah “kebun binatang” manusia di Belgia.

Sebagian pemuda juga geram karena status Belgia sebagai salah satu negara kaya di Eropa bisa tidak lepas dari kesuksesan perdagangannya di era kolonial.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BelgiaGeorge FloydkolonialLeopold II
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hong Kong: Melecehkan Lagu Kebangsaan China, Pidana!
Tulisan selanjutnya Zionis-Israel Larang Syeikh Ikrimah Sabri Memasuki Masjid Al-Aqsha selama Empat Bulan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia

Berita
13 Juli 2026 15:40
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaNone

Kurma Israel Beredar di Eropa dengan Label Palsu

20 Februari 2026 07:00
BeritaNone

Video: Pria Disabilitas di Nepal Viral Menjaga Masjid dari Serangan Kelompok Radikal

11 Februari 2026 05:26
None

“Kemunafikan Barat Terbongkar”: Celah Hukum Pernikahan Anak di AS Disorot Aktivis HAM

2 Februari 2026 19:30
None

Tolak Gabung ‘Dewan Perdamaian’, Jerman: Penyimpangan Sistem Internasional

23 Januari 2026 09:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?