Hidayatullah.com–Pakistan telah memerintahkan beberapa badan amal dan organisasi bantuan internasional untuk menutup kantornya dan meninggalkan negara itu dalam 60 hari, salah satu organisasi mengatakan pada Jumat.
ActionAid, sebuah badan amal berbasis di Afrika Selatan yang berfokus pada pendidikan, pengentasan kemiskinan dan hak asasi manusia, menegaskan bahwa Kementerian Dalam Negeri Pakistan telah meminta mereka untuk menghentikan operasi dan meninggalkan negara itu.
“Pemerintah terus menekan keterlibatan sipil dengan menyerang LSM. Contoh terbaru adalah ActionAid dan beberapa LSM lainnya yang dilarang oleh pemerintah Pakistan,” Adriano Campolina, kepala eksekutif ActionAid International, mengatakan dalam sebuah pernyataan.
“Korban langsung dari tindakan ini adalah ribuan keluarga Pakistan yang selama ini telah didukung oleh ActionAid untuk mengklaim hak mereka dan membangun kehidupan yang lebih baik,” kata pernyataan itu, menambahkan bahwa demokrasi Pakistan yang susah payah didapatkan itu sendiri akan menjadi korban terakhir.
Sekitar 17 LSM internasional telah ditutup dan diperintahkan untuk pergi, seorang perwira di Kementerian Dalam Negeri mengatakan kepada Anadolu Agency dengan syarat anonimitas, karena ia tidak berwenang untuk berbicara kepada media.
Pada bulan Desember tahun lalu, Pakistan menutup 20 LSM internasional dan memerintahkan mereka untuk menghentikan operasi mereka, tetapi 17 organisasi mengajukan banding ke Kementerian Dalam Negeri untuk mempertimbangkan kembali keputusannya.
Kementerian itu menolak permintaan tetapi mengatakan mereka dapat mengajukan permohonan kembali setelah enam bulan, pejabat Kementerian Dalam Negeri menambahkan.
Pada 2012, Pakistan menutup operasi kelompok bantuan yang berbasis di AS, Save the Children, karena dugaan terkait dengan upaya CIA untuk melacak pemimpin Al-Qaeda Osama Bin Laden, yang dibunuh oleh Angkatan laut AS dalam operasi rahasia pada 2011 di kota Abbottabad, barat laut Pakistan.
Save the Children membantah memiliki hubungan dengan badan intelijen AS.
Pakistan kemudian merevisi kebijakan pendaftarannya dengan tujuan memantau lebih dekat kegiatan semua LSM internasional yang bekerja di negara tersebut. Hanya 66 LSM internasional yang diizinkan bekerja sejauh ini, sementara 213 masih menunggu pendaftaran.*