Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Uni Eropa Boleh Protes, Tapi Italia Kukuh dengan APBN Sarat Utang

Ama Farah
Terakhir diupdate: 10 November 2018 09:01 9:01 am
Ama Farah
Dipublikasikan 10 November 2018 09:01
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Italia siap berunding dengan Brussels perihal rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara (RAPBN) 2019, tetapi Roma tidak akan meninggalkan “pilar-pilar dan karakteristik fundamental” dari rancangan yang diperselisihkan itu, kata Menteri Perekonomian Italia Giovanni Tria, hari Jumat (9/11/2018).

Roma berharap dapat memompa perekonomian Italia dengan menaikkan defisit menjadi 2,4 persen dari GDP. Pemerintahan Italia yang saat ini dikuasai partai populis, dengan Gerakan 5 Bintang sebagai motornya, menolak tegas defisit 0,8 persen yang dipertahankan pemerintahan sebelumnya.

Uni Eropa menolak RAPBN 2019 yang diajukan pemerintah Italia, dengan alasan anggaran itu dibebani terlalu banyak utang. Pasalnya, menurut menteri-menteri keuangan Zonaeuro, beban utang negara Italia yang sekarang besarnya 132 persen GDP sudah kelewat batas. Di antara semua negara anggota Uni Eropa, hanya Yunani yang memiliki utang segunung lebih besar dibanding Italia, yaitu 182 persen dari GDP. Uni Eropa tidak lagi ingin krisis serupa di Yunani terjadi kembali di Italia, terlebih perekonomian negara itu lebih besar dibanding Yunani.

UE ingin Italia memangkas defisit tahun depan menjadi 1,2 persen, dan terus dipangkas sampai mencapai keseimbangan.

Di Helsinki, Wapres Komisi UE Valdis Dombrovski mengatakan bahwa proyeksi Italia “kelewat optimistik,” lapor DW.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Pada dasarnya asumsi yang mereka pakai adalah apabila … belanja negara ditambah, maka itu akan memicu pertumbuhan ekonomi dan karenanya akan membantu mengurangi defisit anggaran,” kata Dombrovski. “Kami melihat hal tersebut jusru tidak akan terwujud.”

Italia memiliki waktu sampai hari Selasa (13/11/2018) untuk memasukkan RAPBN 2019 yang baru. Jika Brussels (markas besar UE) tidak puas dengan rancangan terbaru itu, maka mereka dapat menjatuhkan sanksi berupa denda kepada Roma.

Menanggapi tuntutan Brussels, di Roma menteri Tria mengatakan bahwa pemerintahnya “sibuk merancang sebuah jawaban untuk Komisi Eropa berkaitan dengan poin-poin yang paling diperselisihkan dari rancangan anggaran.”

Wakil PM Luigi Di Maio berjanji Italia tidak akan melewati batas atas 2,4 persen. Ketika ditanya apakah Italia akan membayar denda yang dijatuhkan oleh Uni Eropa, Di Maio menjawab bahwa “pakta harus dihormati.” Namun demikian, dia menegaskan bahwa dirinya berharap RAPBN Italia akhirnya akan disepakati tanpa Roma harus membayar denda.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya [Video] Dua Kebakaran di California 150.000 Orang Dievakuasi, 5 Tewas
Tulisan selanjutnya Pertemuan Ormas dan Pemerintah, Bendera Tauhid tak dilarang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bendera Palestina dan Bendera Irlandia di Balai Kota Dublin
Berita

Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Berita
1 Juni 2026 11:20
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Terbaru

  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?