Hidayatullah.com–Otoritas di Kenya melarang organisasi kesehatan internasional Marie Stopes memberikan pelayanan apapun yang berkaitan dengan aborsi.
Medical Practitioners Board (MPB) mengatakan pihaknya mengambil keputusan tersebut setelah melakukan penyelidikan perihal pengaduan yang mengatakan bahwa organisasi nirlaba itu mempromosikan aborsi, lansir BBC Ahad (18/11/2018).
Aborsi terlarang di Kenya, kecuali si ibu terancam bahaya.
Marie Stopes berdalih pihaknya beroperasi sesuai koridor hukum, memberikan layanan konsultasi termasuk perawatan pascaaborsi.
Sebuah surat yang dikirim MPB kepada Marie Stopes hari Rabu ((14/11/2018) mengatakan, “Dengan ini Marie Stopes Kenya diminta untuk segera menghentikan dan tidak lagi menawarkan layanan aborsi dalam bentuk apapun di seluruh fasilitasnya yang ada di republik ini.”
LSM yang bermarkas di London itu juga diperintahkan menyampaikan laporan setiap pekan perihal seluruh pelayanan yang dilakukannya di fasilitas-fasilitasnya selama 60 hari.
Ezekiel Mutua , kepala lembaga pemerintah yang berwenang mengeluarkan izin periklanan Kenya Film Classification Board, menyambut baik larangan itu. Dia juga menuding pemerintah Amerika Serikat yang lalu (Barack Obama, presiden AS yang berayahkan pria Kenya) menimbulkan kerusakan moral di Kenya dengan mendukung aborsi.
Mutua mengatakan bahwa iklan-iklan yang dipasang Marie Stopes “belum mendapatkan persetujuan lembaganya dan mereka tidak bertindak profesional dengan membuat seakan-akan aborsi merupakan suatu tindakan yang keren.”
Sebagaimana diketahui, salah tujuan didirikannya organisasi nirlaba itu adalah agar wanita dapat menentukan pilihannya sendiri apakah ingin memiliki anak atau tidak dan kapan waktunya. Salah satu semboyan yang dipakai berbunyi: “Children by choice, not chance” (memiliki anak berdasarkan pilihan memang ingin punya atau tidak, bukan karena kebetulan atau terlanjur hamil). Semboyan semacam itu populer di kalangan wanita berpendidikan, feminis atau wanita yang mengutamakan karir di luar rumah.
Didirikan di London, Inggris, pada tahun 1976, cabang Marie Stopes di Kenya menawarkan jasa kontrasepsi sejak tahun 1985. Di negara Afrika itu Marie Stopes mengelola 22 klinik dan 15 mobil klinik keliling yang menjelajahi daerah-daerah terpencil.
Menurut laporan koran lokal Sunday Nation, fasilitas yang dikelola Marie Stopes dikenal warga sebagai tempat yang bisa dikunjungi oleh para wanita yang tidak menginginkan kehamilan.*