Hidayatullah.com–Ratusan warga kota kecil di perbatasan Meksiko turun ke jalan guna memprotes kedatangan ribuan migran yang akan menuju Amerika Serikat.
Dilansir BBC Ahad (18/11/2018), warga mendesak ribuan orang itu segera pergi meninggalkan Tijuana dan meneruskan perjalanan mereka ke AS. Para migran itu merupakan bagian dari karavan migran asal sejumlah negara di kawasan Amerika Tengah yang ingin mencari suaka di negeri Paman Sam.
Merespon kedatangan mereka AS dan Meksiko memberlakukan pengamanan lebih ketat di pintu-pintu perbatasan. AS bahkan mengerahkan pasukan militer dalam jumlah banyak ke sekitar perbatasan dengan Meksiko.
“Mereka adalah para penjajah! Mereka bersenjata! Keluar dari negara ini,” teriak para demonstran seperti dikutip Reuters.
Esther Monroy, 58, mengatakan kepada AFP bahwa dirinya takut kehadiran ribuan migran di Tijuana akan menyebabkan AS menutup pintu perbatasannya.
“Kebanyakan kami bergantung pada bisnis dari orang yang datang dan pergi melintasi perbatasan,” ujarnya. “Jika mereka (AS) menutup perbatasan, maka itu salah [para migran].”
“Apabila pemerintah tak dapat mengatasi ini, maka penjahat terorganisir dan kartel narkoba akan mengambill alih,” kata warga bernama America Villa. “Kami tidak peduli siapa yang melakukannya, yang jelas mereka harus menangani orang-orang ini.”
Dari kalangan migran ada yang memahami penolakan penduduk lokal atas kehadiran mereka.
“Mereka berhak protes karena mereka tidak suka kami berada di sini. Namun demikian, mereka [orang Meksiko] pada dasarnya adalah orang-orang baik,” kata Karina Rosales, seorang migran asal Honduras kepada Reuters.
“Mereka sama seperti kami. Akan tetapi kami hanya numpang lewat. Kami tidak akan menetap di sini,” imbuh Rosales.*