Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

“Beli Sekarang Bayar Belakangan” Bikin Masyarakat Amerika Serikat Ketagihan Belanja

Ama Farah
Terakhir diupdate: 28 November 2021 15:22 3:22 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 28 November 2021 15:22
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Krista Michels seakan tidak pernah puas dengan layanan online yang memungkinkan orang di Amerika Serikat membayar semuanya, mulai dari hadiah Natal hingga tagihan bulanan tanpa dikenai biaya, yang dikenal sebagai “buy now, pay later” (beli sekarang, bayar belakangan).

“Saya seperti kecanduan sekarang,” kata ibu muda warga negara bagian Washington itu, seperti dikutip AFP Ahad (28/11/2021).

Awalnya dia menggunakan layanan itu untuk memperbaiki credit rating-nya, yang dianggap terlalu rendah untuk dapat mengakses layanan kartu kredit konvensional.

Michels sekarang menggunakan layanan itu sebisa mungkin, mulai dari belanja di supermarket sampai membayar tagihan internet.

Perusahaan rintisan seperti Affirm, AfterPay, Klarna dan Sezzle  memungkinkan penggunanya untuk membayar pembelian (belanjaan) dalam empat kali angsuran tanpa biaya atau bunga, seperti kartu kredit biasa tetapi tanpa dokumen terkait dan kerumitan biaya dan bunga.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Layanan itu juga terbukti bermanfaat bagi konsumen yang tidak memiliki akses ke kredit tradisional, seperti imigran baru yang belum lama bermukim di Amerika Serikat.

Namun, kelompok-kelompok peduli konsumen mengatakan bahwa layanan itu memiliki risiko yang sama seperti kartu kredit tradisional dan pembeli harus berhati-hati untuk tidak membebani diri dengan utang yang berlebihan dan tetap memperhatikan persyaratan layanan yang berbeda antara satu perusahaan kredit dengan lainnya.

“Khawatirnya orang bisa menjadi berlebihan dalam berbelanja jika mereka tidak hati-hati,” kata Chuck Bell, direktur program di Consumer Reports.

Konsep pembayaran dengan cicilan bukan hal yang baru bagi masyarakat Amerika. Pandemi Covid-19, yang membuat banyak orang kesulitan finansial, berkontribusi terhadap semakin populernya layanan itu.

Mulai dari toko ritel yang memiliki jaringan luas sampai toko online kelas teri menjalin kemitraan dengan perusahaan rintisan layanan pembayaran itu. Sementara institusi keuangan kelas kakap seperti Mastercard hingga Goldman Sachs merancang layanannya sendiri.

Menurut studi yang dilakukan firma konsultan McKinsey, layanan “beli sekarang bayar belakangan” itu mencakup 6 persen dari unsecured loans di Amerika Serikat, 9 persen pada 2020, dan diperkirakan naik menjadi 2023.

Pihak regulator Consumer Financial Protection Bureau yang melihat kenaikan popularitas layanan itu pada musim panas lalu mengeluarkan peringatan agar masyarakat pengguna tidak terjebak hutang yang tidak sanggup mereka lunasi.

Michels, asal negara bagian Washington state, mengakui bahwa risiko itu ada. Dia mengaku tidak pernah melewatkan cicilan pembayaran untuk apa pun yang dia beli, tetapi dia juga belanjakan lebih dari kebutuhannya.

“Ini nyaris seperti game. Apa yang bisa saya lakukan untuk meningkatkan level saya?” ujarnya kepada AFP.

Lauren Saunders, salah seorang direktur di National Consumer Law Center, mengatakan layanan “beli sekarang bayar belakangan” ini pada dasarnya tidak berbeda dengan kredit tradisional.

Di satu sisi pembelian kredit membantu konsumen, tetapi di sisi lain layanan ini mengandung sejumlah risiko.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Belanjabuy now pay later
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya “Afghan Girl” Bermata Hijau Dievakuasi ke Italia
Tulisan selanjutnya Muhammadiyah Luncurkan Biro Bantuan Hukum Bantu Masyarakat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup

Berita
29 Agustus 2026 09:56
Erdogan Serukan Persatuan Dunia Islam dalam Perayaan Maulid di Istanbul
Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

Terbaru

  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?