Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Menhan Chad: Serangan Udara Prancis Menarget “Teroris” di Chad

Ama Farah
Terakhir diupdate: 6 Februari 2019 18:47 6:47 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 6 Februari 2019 18:47
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Rangkaian serangan udara Prancis menarget kelompok teroris dan tentara bayaran dari Libya, kata Menteri Pertahanan Chad kepada RFI hari Senin (4/2/2019).

Jet-jet tempur Mirage Prancis –yang ditempatkan di pangkalan N’Djamena– dan tentara Chad hari Ahad malam melakukan operasi bersama, menurut pernyataan yang dirilis militer Prancis. Serangan udara itu menarget konvoi 40 mobil pickup dan satu kelompok bersenjata. Kawanan itu berangkat dari Libya dan berusaha masuk jauh ke dalam wilayah Chad.

Pernyataan dari Kementerian Pertahanan Prancis menyebutkan, awalnya jet-jet tempur Prancis hanya melakukan aksi “unjuk kekuatan” dan terbang rendah guna menghalau konvoi itu. Namun, rombongan bersenjata itu rupanya tidak gentar dengan peringatan tersebut dan Angkatan Udara Prancis melancarkan dua serangan udara.

Menhan Chad kepada RFI mengatakan, konvoi itu adalah tentara bayaran dan teroris dari Libya, termasuk kelompok yang berkaitan dengan Al-Qaeda, yang masuk ke wilayah Chad untuk mengganggu kestabilan negara itu.

“Prancis membantu kami menetralisir kawanan itu yang sudah dihancurkan dengan pesawat militer kami,” kata Daoud Yaya, pimpinan angkatan bersenjata Chad. “… Kami memiliki kerja sama bilateral dengan Prancis dan Prancis turun tangan, mereka membantu kami memhentikan kawanan itu,” imbuhnya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Akan tetapi, Union Forces of Resistance (UFR), salah satu kelompok pemberontak Chad, kepada RFI mengatakan bahwa pemerintah Prancis seharusnya berhenti ikut campur dalam “masalah internal” Chad. UFR mengklaim serangan udara itu menarget anggotanya.

“Saya melihatnya sebagai tindakan permusuhan terhadap rakyat Chad … menurut kami ini adalah masalah internal,” kata Youssouf Hamid, jubir kelompok pemberontak UFR.

Hamid membantah UFR berada di bagian selatan Libya. Dia mengatakan kelompok itu berada di perbatasan Chad-Libya, bukan di wilayah Libya.

Menurut Hamid, dua kendaraan mereka rusak dan sejumlah anggotanya terluka akibat serangan udara hari Ahad (3/2/2019) malam itu.

“Kalau mereka bilang itu operasi bersama, bersama dalam arti apa? Apa pilot-pilot Chad yang menerbangkan pesawat-pesawat itu? Bukan. Pilotnya orang Prancis dan pesawatnya milik Prancis,” kata Hamid kepada RFI dalam wawancara lewat telepon. “Ini tak bisa diterima. Prancis harus mengkaji ulang posisinya.”

UFR dibentuk pada Januari 2009 oleh 8 kelompok pemberontak yang menentang Presiden Chad Idriss Deby, yang naik ke puncak kekuasaan setelah mendepak bekas bosnya Hissene Habre.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Doa si Mbah dan Kesyukuran
Tulisan selanjutnya Rwanda Akan Jual Gas Metana dari “Danau Pembunuh” ke Rakyat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Berita
3 Juni 2026 12:08
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?