Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

KTT Membahas Pembangunan Pemerintahan dan Media di Dunia Arab

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 17 Februari 2019 07:13 7:13 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 17 Februari 2019 07:13
Bagikan
Albayan.ae
Bagikan

Hidayatullah.com–Pada Ahad (10/02/2019) lalu, telah diselenggarakan Pertemuan untuk Komunikasi Pemerintahan di Masa Mendatang (منتدى مستقبل الاتصال الحكومي) yang diprakarsai oleh Biro Informasi Pemerintah Dubai, sebagai salah satu sesi dalam Konferensi Tingkat Tinggi Antar-Pemerintah di Dubai. Pertemuan ini membahas beberapa permasalahan terkait dengan pengembangan hubungan antar pemerintah negara-negara di wilayah Arab, termasuk mambahas media tertinggalman media Negara Teluk.

Salah satunya yang paling penting adalah memperkuat hubungan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat negara-negara Arab, serta membahas semua hal yang berperan dalam terbentuknya media massa milik negara yang resmi di wilayah Arab. Hal-hal tersebut adalah perubahan dalam hal politik, sosial, dan perubahan yang bersifat teknis dan terjadi di wilayah Arab dan di seluruh dunia. Sejumlah menteri negara-negara Arab dan perwakilan media Arab juga ikut hadir dalam pertemuan tersebut.

Di antaranya adalah Menteri Urusan Komunikasi Bahrain, Ali ibn Muhammad Ar-Rumaihi, Menteri Negara untuk Media Yordania, H.E.Mrs. Jumana Hunaimat, Kepala Otoritas Media Nasional Mesir, Hussein Zein. Pertemuan ini dimoderatori oleh Muntaha Al-Ramahi, yang menyajikan para hadirin dengan serangkaian pertanyaan utama dalam rangka mencari tahu bagaimana bentuk dan dimensi dari komunikasi dalam lingkungan pemerintahan dunia Arab. Dari pertemuan ini maka diketahui bahwa perlunya perkembangan komunikasi untuk berperan lebih dan memenuhi apa yang diharapkan, yaitu agar dapat berdampak pada kemajuan usaha-usaha pembangunan dan mengatasi halangan yang mungkin dijumpai, dalam mencapai tujuan-tujuan pembangunan yang diinginkan oleh seluruh masyarakat Arab.

Pada awal sesi pertemuan, Mona Ghanem Al-Marri, Direktur Umum Departemen Media Pemerintah Dubai, menyambut para tamu undangan.

“Saat ini, dunia tengah menyaksikan perubahan yang besar pada banyak bidang, termasuk bidang komunikasi pemerintahan dan sektor media massa. Pertemuan ini adalah bagian dari sebuah pertemuan yang besar yaitu World Summit of Governments (Konferensi Tingkat Tinggi Antar-Pemerintah). Pertemuan ini diadakan untuk mendiskusikan tantangan terbesar yang akan dihadapi serta cara-cara untuk memaksimalkan segala kesempatan dan kemampuan yang dapat semakin menegaskan pengaruh positif kita dalam bidang pembangunan di seluruh wilayah Arab,” papar Mona Ghanem.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Lalu Mona Ghanem menjelaskan bahwa sesi pembukaan World Summit of Governments lebih menekankan pada menurunnya peran pemerintah pada banyak bidang, termasuk penelitian, pembangunan, pelayanan, perhubungan, dan teknologi informasi. Keadaan seperti ini membuat pihak swasta melihat adanya peluang untuk memiliki andil lebih besar yang melebihi pemerintah itu sendiri. Mona Ghanem juga menyatakan bahwa pertemuan ini bertujuan untuk mencari jawaban atas permasalahan yang penting di antara negara-negara Arab, yaitu apakah peran media massa negara cenderung menurun dibanding media milik swasta? Dan apakah bidang komunikasi pemerintah dewasa ini sudah memiliki kemampuan dan peralatan yang mumpuni untuk mentransfer data-data yang modern, yang telah banyak mengubah ukuran standar pengurusan sebuah media massa, serta mampu untuk memberikan pengaruh bagi masyarakat dengan pesan yang sejalan dengan aspirasi masyarakat.

Baca:  Wacana ‘Kebangkrutan’ Saudi 

Komunikasi Langsung

Di awal Pertemuan untuk Komunikasi Pemerintahan di Masa Mendatang, para pembicara mengapresiasi metode komunikasi langsung melalui media sosial yang digunakan oleh Syaikh Muhammad ibn Rasyid Al-Maktoum, Wakil Presiden dan Perdana Menteri UAE, yang juga merupakan Amir dari Imarat Dubai. Menteri Urusan Komunikasi Bahrain, Ali ibn Muhammad Ar-Rumaihi, menyebut bahwa Syaikh Al-Maktoum telah menghadirkan sebuah model komunikasi yang unik dan memiliki dampak positif, yang Ar-Rumaihi sendiri juga mengajak para pejabat pemerintahan untuk menggunakan metode yang sama untuk berkomunikasi dengan masyarakat.

Setelah ditanyakan tentang situasi persaingan antara media massa negara dan swasta kepada Syaikh Al-Maktoum, Ia memberitahu Al-Rumaihi bahwa sebenarnya tidak ada yang namanya persaingan, namun yang ada hanyalah perbedaan visi dan pesan saja. Media massa milik negara sebetulnya hanya ‘terpaksa’ untuk menunggu lebih lama agar bisa mengangkat sebuah berita, karena mereka harus memastikan benar atau tidaknya sebuah informasi terlebih dahulu. Sedangkan media massa milik swasta hanya mementingkan kecepatan pemberitaan agar bisa selalu lebih depan.

Al-Maktoum juga mengakui bahwa media massa Arab saat ini sedang dipertontonkan kekacauan, dan memerlukan peraturan yang lebih baik. Ia juga menyebut bahwa media massa Barat pun tidak luput dari kekacauan ini, sambil mengutip sebuah putusan pengadilan yang menjatuhkan denda jutaan dolar kepada sebuah perusahaan media massa Barat karena salah memberitakan informasi.

Pemikiran yang Maju

Ketika gilirannya tiba, Jumana Hunaimat menegaskan bahwa peran yang diemban oleh semua orang di media itu lebih besar dari apa yang ada di pikiran umum. Berdasarkan hal ini, ia menyatakan bahwa tidak ada kebutuhan yang mendesak bagi seorang menteri urusan informasi untuk menyebarkan lebih luas bahwa dunia Arab membutuhkan pengembangan kemampuan dari sistem media negara.

Ia melanjutkan, dalam hal transparansi, media massa negara dihadapkan dengan beragam masalah, khususnya yang terkait dengan kehidupan masyarakat. Hunaimat mengatakan bahwa ia sangat yakin akan prinsip-prinsip transparansi dalam penanganan informasi. Namun hal tersebut menyebabkan meningkatnya pertanyaan terkait rasa saling tidak percaya di antara media massa negara dan masyarakat. Ia melanjutkan, krisis kepercayaan ini dapat diselesaikan dengan berpedoman kepada kebijakan pengungkapan informasi dan menggunakan prinsip-prinsip transparansi dan bersifat langsung.

Media Arab

Hussein Zein mengeluhkan media-media massa di Negara Arab yang masih berkaca kepada pemikiran kuno yang berkisar di koridor-koridor pemusatan dan birokrasi berita. Ia mengusulkan, bahwa menteri urusan informasi seharusnya tidak berhak untuk mengurusi semua hal terkait media, tidak seperti departemen dan biro Arab saat ini yang berfokus pada sudut pandang tertentu saja. Sehingga hal ini akan meningkatkan kemampuan media massa negara dalam menyampaikan informasi yang akurat dengan performa yang efektif. Hussein Zein juga menyerukan semua pihak yang peduli dengan media massa Arab untuk segera menghilangkan pemikiran tradisional, dan berpindah dari tahap retorika menuju tahap aksi, agar dapat segera menarik perhatian publik.

Baca:  Arab Saudi Akui Kekuatan Ekonomi Qatar 

Zein yakin bahwa media-media massa negara itu semua terikat dengan tingkat transparansi yang tinggi, berbeda dengan banyak anggapan yang keliru dan merebaknya media sosial yang memberitakan berita palsu dan rumor-rumor yang berbahaya. Ia mengajukan sebuah pendekatan yang memungkinkan media massa negara untuk menyajikan kecepatan penyampaian berita, yang sudah menjadi syarat utama dan kebutuhan yang penting bagi para pembaca berita.

“Media massa negara hendaknya hanya bisa membuat pernyataan tentang suatu informasi, sampai informasi yang lebih jelas dapat diketahui dan diterbitkan secepatnya, sehingga media massa negara tetap menjadi yang terdepan tanpa kehilangan ketepatan berita,” kata Hussein Zain dikutip laman Albayan.ae.

Sang Kepala Otoritas Media Nasional Mesir menyebut bahwa setiap unsur dalam media massa negara berusaha untuk mendapatkan kepercayaan dari para penduduk Arab, khususnya saat menghadapi permasalahan yang sistematis, yang ia sebut sebagai ‘musuh dari luar’. Selain itu, ia menegaskan peperangan dewasa ini telah berubah menjadi konflik intelektual, yang berdampak lebih besar dan tidak menghabiskan banyak anggaran, dibandingkan dengan konflik militer. Ia mengungkapkan pentingnya untuk membentuk sebuah kesadaran yang nyata dari media untuk keluar dari keadaan seperti ini.

Pemberitaan yang Benar

Sehubungan dengan peran badan legislatif dalam mengendalikan arus dari platform media baru dalam sistem media massa, Jumana Hunaimat mengatakan, “Cara terbaik untuk melawan informasi hoax adalah dengan menyebarkan berita yang benar. Perlu dicatat bahwa Kerajaan Yordania telah meluncurkan sebuah proyek edukasi media massa untuk memberikan kurikulum media massa yang bekerja sama dengan Kementerian Kepemudaan. Ini semua untuk mengenalkan generasi muda kepada etika-etika dalam komunikasi sosial.”

Selain itu, ia juga mengungkapkan adanya rancangan peraturan pemerintahan yang diajukan kepada parlemen Yordania terkait media massa. Di saat yang sama, ia menegaskan pentingnya perumusan peraturan yang bertujuan sebagai peraturan tertinggi atas media massa, dan untuk mengunci mulut-mulut penyebar hoax. Perbedaan yang sangat nyata antara kebebasan berpendapat dan eksploitasi masyarakat serta tuduhan palsu, atau yang dikenal dengan pembunuhan kepribadian di platform media sosial, dan juga banyaknya kejadian buruk dan gangguan yang terus terjadi dalam kehidupan sosial.

Mementingkan Masyarakat

Masih dalam topik yang sama, Al-Rumaihi berpendapat bahwa media massa negara lebih bertujuan untuk kepentingan masyarakat, dan menjaga kesatuan yang ada di dalam masyarakat, terlebih dalam keadaan yang serba diawasi saat ini. Ia menunjukkan banyak pihak yang menganggap bahwa Arab Spring sebagai tahap perburuhan yang akan dilanjutkan dengan kesejahteraan. Namun beberapa kelompok yang membahayakan telah memanfaatkan hal ini untuk menyusup di tengah masyarakat Arab.

Menjelang akhir pertemuan, Hussein Zein menegaskan pentingnya untuk membentuk aksi kesadaran media massa. Khususnya pada zaman yang serba cepat dewasa ini, yang menyebabkan rumor tersebar lebih luas dan lebih cepat daripada informasi yang benar.*/Ja’far Auzan Muzakki

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Arabarap springDunia Arabmedia arab
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya ‘Akal Sehat’ VS Akal Rancu
Tulisan selanjutnya Koalisi Partai Arab-Israel setelah Ahmad Tibi Mundur

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha

Berita
5 Juni 2026 08:20
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?