Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Analisis

Wacana ‘Kebangkrutan’ Saudi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 3 Oktober 2018 18:08 6:08 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 3 Oktober 2018 18:08
Bagikan
Bagikan

Opini: Hassan Al-Brari

 

SETELAH serangkaian kekalahan yang diderita oleh diplomasi Saudi, beberapa pihak berharap Riyadh akan menggunapan kesempatan di Majelis Umum PBB untuk mendukung kepentingan nasional kerajaan yang sebenarnya dan membuka halaman baru dengan negara Arab lainnya untuk menghindari kekalahan dan meminimalisir kerugian.

Namun, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel Al-Jubeir memilih menggunakan panggung PBB untuk lagi-lagi menyerang Qatar, menuduhnya menyembunyikan “teroris”, sebuah tuduhan yang tidak lagi dipercayai orang-orang naif, apalagi orang yang cerdas.

Tanpa disadari, Al-Jubeir menggaungkan pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa negara-negara Teluk tidak akan selamat tanpa dukungan keamanan Amerika, bukannya menyangkal klaim itu dan mengungkapkan karakter Arab Saudi sebagai salah satu dari negara Arab terbesar dan terkuat.

Baca Juga

Bagaimana Pakta Pertahanan Mekkah Bisa Mengubah Peta Ekonomi Timur Tengah?
Menguak Penyebab Kerusuhan Hindu dan Muslim di Nepal
Mimpi Buruk Israel: Turki Bangkit Jadi Kekuatan Baru Timur Tengah
Strategi Ibrahim Traoré: Tinggalkan Penjajah Prancis, Dekati Rusia
“Gubernur Konten”,  Antara Pencitraan, dan Polarisasi Digital

Menteri Saudi itu dapat menantang pernyataan Trump, dan pernyataan semacam itu, namun lebih memilih terus mengekspresikan kemarahannya kepada Qatar, mengklaim bahwa pemerintahan di Doha akan jatuh dalam waktu seminggu jika tidak ada Pangkalan Udara AS Al-Udeid. Dia menghilangkan penjelasan bagaimana Qatar sebenarnya dapat bertahan beberapa dekade sebelum pangkalan itu dibangun.

Baca: Sebuah E-mail Bocoran, Dugaan Saudi Berencana Serang Qatar 

Ketika Saya bekerja di Institute of Peace AS di Washington DC sebagai peneliti senior, Saya berbeda pendapat dengan banyak ahli strategi Amerika terkait masalah terorisme, dan tidak satupun dari mereka pernah menyebutkan apapun tentang Qatar berperan dalam mendanai dan mendukung “teroris”.

Kritik mereka selalu mengarah pada Riyadh. Perlu dicatat bahwa setelah 9/11, citra Arab Saudi di mata AS tidak sama seperti di masa lalu. Meskipun upaya-upaya besar Arab Saudi untuk memperbaiki citra negatifnya – presentasi Inisiatif Perdamaian Arab, berdasarkan saran L Friedman, contohnya – dan mendukung dialog peradaban, Riyadh masih dituduh menciptakan kondisi di mana terorisme berkembang. Undang-undang Justice Against Sponsors of Terrorism Act yang disahkan oleh Kongres AS pada tahun 2016 menunjukkan kegagalan Arab Saudi untuk merubah citranya; didukung 99 dari 100 senator, UU itu berarti ada konsensus untuk mengutuk Kerajaan.

Oleh karena itu, tidak ada yang terkejut oleh desakan Arab Saudi agar Qatar harus disebut sebagai “pendukung terorisme” di AS, seolah-olah orang Amerika tidak tahu apa-apa atau melupakan semua hal tentang serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya di bulan September 2001.

Al-Jubeir jelas-jelas berpikir bahwa mengarahkan tuduhan ke Qatar secara sistematis akan menghapus kecaman kolektif AS terhadap ciptaan Arab Saudi dan memelihara kondisi ekstrimisme dan terorisme.

Saya tidak berusaha membela Qatar sebanyak Saya berharap Riyadh akan bangun dari delusinya dan mulai menciptakan landasan bersama dengan negara-negara tetangga untuk memobilisasi negara Arab menghadapi semua ancaman, darimanapun sumbernya.

Ancaman yang dirasakan dari Iran tidak membenarkan aliansi dengan ‘Israel’, yang menjajah tanah Arab dan menyangkal hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib mereka sendiri di tanah air mereka.

Baca: Saudi Lanjutkan Proyek Kanal Kucilkan Qatar

Kita dapat memahami ketakutan Saudi terhadap pengaruh Iran, dan bahkan setuju dengan Riyadh bahwa ada kebutuhan untuk menghadapinya, namun Kerajaan tidak dapat meyakinkan siapapun tentang mengapa negara itu harus berdiri menghadapi Iran di saat ini ketika negara itu juga mengepung rekan negara Teluknya yang tidak menduduki wilayah Arab manapun dan tidak menerima bantuan dari Negara Arab atau asing manapun.

Singkatnya, pidato Saudi (di Majelis Umum PBB) dicacatkan oleh ketidakseimbangan, dan itu cacat karena itu memecah-belah, bukannya menyatukan.

Kebencian yang terus-menerus terhadap Qatar adalah penyebab keprihatinan, karena Riyadh seharusnya mendekati pemerintahan di Doha, yang terakhir dapat membantu Saudi mengurangi kerugian regionalnya di hadapan Iran.

Sama seperti Arab Saudi yang merupakan negara penting – dan kami berharap negara itu dapat pulih dan kembali ke akal sehatnya sebelum terlambat – sama halnya Qatar, yang telah selalu beridiri dalam jajaran negara Arab untuk melayani perkara Arab.*

Penulis Lefer International Fellow di The Washington Institute, yang mengkhususkan konflik Arab-Israel, kebijakan domestik dan luar Negeri Israel, hubungan Israel-Yordania. Artikel dimuat di  middleeastmonitor.com  

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Arabarab saudiBlokadediplomasiNegara telukQatar
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Digoyang Gempa Susulan di Palu, Jamaah Tetap Selesaikan Shalat
Tulisan selanjutnya Kurangi Pengaruh Islam, China Ubah Nama-nama berbau Arab

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing

Berita
2 September 2026 15:07
Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
Hari Pertama Sekolah yang Tak Kunjung Usai, Bocah Palestina Syahid Dibom ‘Israel’
Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat

Terbaru

  • Dua Nelayan Palestina Alami Luka-Luka usai Perahu Mereka Ditembaki Pasukan ‘Israel’
  • Gaza Gelar Pemakaman Massal usai 100 Jenazah Korban ‘Israel’ Ditemukan dari Reruntuhan
  • Kasus Narkoba Wanita Presenter TV Mesir Dihukum Mati Bersama 11 Orang
  • Erupsi Anak Krakatau, MUI Ajak Masyarakat Ikhtiar Patuhi Petunjuk Keselamatan
  • Hari Pertama Sekolah yang Tak Kunjung Usai, Bocah Palestina Syahid Dibom ‘Israel’
  • Delapan Negara Muslim Kompak Kecam Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • ‘Israel’ Kehilangan Ribuan Dokter, Brain Drain Makin Parah
  • Tidak Bermanfaat Bagi Negara, Kenya Depak Raksasa Kimia India Tata Chemicals
  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Kampanye Digital Masif dari Arab Diluncurkan untuk Menjatuhkan Sinwar dan Hamas
Analisis

Kampanye Digital Masif dari Arab Diluncurkan untuk Menjatuhkan Sinwar dan Hamas

19 Oktober 2024 15:22
Analisis

NAS Daily Terima Penghargaan dari Lobi ‘Israel’

2 April 2024 21:00
Mundurnya 'Israel' dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?
Analisis

Mundurnya ‘Israel’ dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?

5 Januari 2024 07:00
Analisis

Analisa Mantan Intel AS: Hamas Memenangkan Perang di Gaza

24 November 2023 13:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?