Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Koalisi Partai Arab-Israel setelah Ahmad Tibi Mundur

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 17 Februari 2019 07:43 7:43 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 17 Februari 2019 07:43
Bagikan
Kabinet 'Israel'
Bagikan

Hidayatullah.com–Meskipun muncul perselisihan akibat mundurnya Ahmad Tibi dari koalisi Joint List (Koalisi partai Arab terbesa di ‘Israel’), masih terdapat upaya-upaya yang dilakukan oleh partai Arab lainnya di ‘Israel’?

Yusuf Jabareen, salah seorang anggota Knesset  (Parlemen ‘Israel’) berkata, “Masih ada kesempatan untuk menjaga agar para partai tetap menyelenggarakan pemilu sesuai peraturan, terlebih lagi di tengah berita menguatnya kubu partai sayap kanan dan penetapan hukum-hukum yang mengandung unsur SARA bagi rakyat Palestina di wilayah ‘Israel’.”

Ia juga menambahkan dalam wawancaranya dengan Radio Voice of Palestine, “Panggung pemilihan telah memasuki tahap yang genting, sementara nama-nama para calon legislatif telah diserahkan pada hari Kamis.”

“Benjamin Netanyahu mengupayakan terbentuknya aliansi dengan partai sayap kanan lainnya agar dapat memenangi pemilihan dengan kemenangan untuk pihak ekstrimis sayap kanan, di tengah munculnya ketakutan atas kegagalan partai-partai sayap kanan tersebut (dalam memenangi pemilu), yang selanjutnya berakibat pada bubarnya koalisi miliknya (Netanyahu),” tandas Jabareen.

Baca:  Pengunduran Diri Anggota Parlemen ‘Israel’ 

Joint List sendiri terdiri dari Majelis Demokrasi Nasional, Front Demokrasi untuk Kedamaian dan Keadilan, dan Arabic Standard List, yang pada pemilu Knesset terakhir pada 17 Maret 2015, memenangi 13 kursi.

Baca Juga

Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

Baca:  Kelompok Minoritas Arab-‘Israel’ Berjuang Melawan UU Rasis

Adapun alasan mengapa Ahmad Tibi meninggalkan Koalisi Joint List, pihaknya memberikan keterangan di halaman Facebooknya, bahwa langkah mundurnya disebabkan penolakan dari partai-partai untuk membuat sebuah koalisi yang menyertakan massa di dalam partai tersebut, dan hal-hal lain yang terkait dengan survei dan prediksi hasil Pemilu.

“Untuk dapat memperbaiki citra Arab melalui dua koalisi yang bersaing secara baik dan beretika, Komite Pusat Pemilu ‘Israel’ memutuskan bahwa Pemilu selanjutnya akan diikuti oleh koalisi independen,” lanjut Tibi dikutip eremnews.

Di lain pihak, salah satu calon legislatif dari Pergerakan Perubahan Arab, Sundus Salih, menyatakan dalam sebuah surat kabar Palestina, “Perbedaan yang ada di Joint List telah terjadi sepanjang perubahan anggota-anggota partai di dalam koalisi tersebut. Tentu tidak ada pertimbangan untuk kesetaraan nasional bagi seluruh bangsa.”

Salih yakin bahwa Pergerakan Perubahan Arab akan memenangkan 7 kursi di Knesset pada Pemilu yang akan datang.*/Ja’far Auzan Muzakki

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ArabisraelKnessetparlemen Israelpemilu
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya KTT Membahas Pembangunan Pemerintahan dan Media di Dunia Arab
Tulisan selanjutnya Apakah ‘Perubahan’ Menjadi Sebuah Kutukan Bagi Negara Arab?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Berita
20 Juli 2026 05:00
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?