Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Amerika Serikat Sisakan 200 Tentaranya Setelah Tarik Pasukan dari Suriah

Ama Farah
Terakhir diupdate: 22 Februari 2019 08:16 8:16 am
Ama Farah
Dipublikasikan 22 Februari 2019 08:16
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Amerika Serikat akan menyisakan satu “kelompok kecil pasukan penjaga perdamaian” terdiri dari 200 personel di Suriah selama beberapa waktu setelah penarikan pasukannya. Demikian dikatakan Gedung Putih hari Kamis (21/2/2019) setelah Presiden Donald Trump mengumumkan penarikan pasukan AS dari negeri Syam itu.

Trump bulan Desember lalu memerintahkan penarikan pasukan 2.000 tentara AS di Suriah setelah sisa-sisa pasukan ISIS alias Daesh dikalahkan.

Namun, Trump didesak oleh sejumlah penasihatnya agar menyesuaikan kebijakannya guna memastikan perlindungan bagi pasukan Kurdi –yang membantu mengenyahkan ISIS– yang sekarang kemungkinan terancam oleh pasukan Turki dan bisa menjadi benteng pertahanan melawan pengaruh Iran.

Dilansir Reuters, keputusan itu diambil setelah Trump melakukan pembicaraan lewat telepon dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Sebuah pernyataan Gedung Putih mengatakan kedua kepala negara itu sepakat terus berkordinasi untuk menciptakan zona aman.

Tidak jelas sampai kapan keberadaan 200 personel militer AS itu akan dipertahankan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Meskipun AS hanya menyisakan sedikit tentaranya di Suriah, hal itu sudah cukup untuk mengundang sekutu-sekutunya di Eropa mengerahkan ratusan pasukan guna menciptakan zona aman di bagian timur laut Suriah.

Turki ingin zona aman itu diadakan dengan dukungan logistik berasal dari negara-negara sekutu Barat-nya dan zona itu harus bersih dari pasukan Kurdi YPG, yang dicap sebagai kelompok teroris oleh pemerintahan Erdogan.

Sampai saat ini, sekutu Eropa menolak mengerahkan pasukannya kecuali mereka mendapatkan jaminan kepastian bahwa Washington masih berkomitmen di kawasan itu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menag: Penyelenggara Negara Perlu Dikontrol, Diimbangi Nilai Agama
Tulisan selanjutnya Kepala BNPB: 99 Persen Karhutla Akibat Ulah Manusia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Berita
15 Juli 2026 20:18
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Dua Topan Mendera China dalam Sepekan Hampir 2 Juta Orang Dievakuasi
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?