Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kejaksaan Jerman Selidiki Kesepakatan Pembelian Kapal Selam Oleh Israel

Ama Farah
Terakhir diupdate: 27 Maret 2019 18:01 6:01 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 28 Maret 2019 05:25
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Salah satu skandal yang berputar di sekitar Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menarik perhatian pihak berwenang di Jerman, yang bergerak menyelidiki kemungkinan penggunaan uang pajak rakyat Jerman untuk menyuap para pejabat Israel.

Pihak kejaksaan negara bagian di Bochum mengkonfirmasi kepada DW bahwa mereka sudah memulai penyelidikan dugaan suap dalam kesepakatan jual-beli tiga kapal selam kelas “Dolphin” dan empat kapal korvet (kapal perang kecil) dari pabrikan Jerman ThyssenKrupp Marine Systems ke militer Israel. Kesepakatan itu disetujui oleh pemerintah Jerman pada Juli 2017.

Pihak kejaksaan dalam sebuah email mengatakan bahwa setelah mereka menelaah laporan-laporan media, investigasi atas sejumlah orang tak dikenal telah dimulai. Namun, kejaksaan menolak memberikan penjelasan lebih lanjut, lapor DW Selasa (26/3/2019). Pihak berwenang Jerman sebelumnya hanya “mengamati” kasus tersebut.

Kepolisian Israel, yang sudah menyelidiki “Kasus 3000” selama lebih dari dua tahun, mengajukan dakwaan suap atas enam individu pada bulan November 2018. Mereka antara lain David Shimron, pengacara keluarga Netanyahu yang juga mewakili bekas agen ThyssenKrupp di Israel bernama Michael Ganor, dan Netanyahu sendiri juga dinyatakan sebagai tersangka.

Ganor, yang ditempatkan dalam tahanan dengan tuduhan suap, telah dinyatakan sebagai saksi untuk pihak jaksa dengan imbalan masa hukuman penjaranya diringankan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Akan tetapi, Ganor belum lama ini membuat tindakan dramatis dengan membantah testimoni yang telah diberikannya kepada kepolisian.

Menurut laporan media Zionis Haaretz, Ganor sekarang membantah pernah melakukan suap. “Saya tidak menyuap siapa pun. Semua pembayaran yang saya lakukan kepada mereka yang terlibat dalam kasus ini adalah untuk jasa profesional yang mereka berikan kepada saya,” kata Ganor kepada koran Haaretz.

Seorang jubir ThyssenKrupp mengatakan kepada DW bahwa berita hari Selasa itu mengubah pendirian mereka, sebab tidak ada satu pun pegawai ThyssenKrupp disebut dalam pernyataan pihak kejaksaan. Perusahaan itu mengatakan bahwa pihaknya telah memutuskan hubungan dengan Ganor segera setelah tuduhan awal mencuat dua tahun silam, dan melakukan investigasi internal yang menunjukkan bahwa tidak ada bukti pegawainya terlibat korupsi.

Isu korupsi seputar pembelian kapal selam itu berawal dari liputan televisi Israel Channel 13, yang mengabarkan bahwa pada tahun 2007 Netanyahu membeli saham perusahaan asal Amerika Serikat Seadrift Coke, yang dikelola oleh sepupunya Nathan Milikowsky. Perusahaan itu kemudian diakuisisi oleh pabrikan baja GrafTech International, yang merupakan suplier ThyssenKrupp sejak lama. Netanyahu belum lama ini mengatakan bahwa dia sudah menjual sahamnya ke sepupunya pada tahun 2010, sekitar satu tahun setelah menjabat perdana menteri.

Menurut laporan kanal televisi Israel Channel 10, ketika dibuka tender untuk meningkatkan kemampuan persenjataan Angkatan Laut Israel pada 2014, Shimron –yang bertindak atas nama Netanyahu– menghubungi seorang penasihat Kementerian Pertahanan Israel dan meminta pejabat itu agar memberikan dukungannya untuk ThyssenKrupp. Kemudian pada tahun yang sama, Netanyahu dan Dewan Keamanan Nasional melobi untuk menangguhkan tender demi kepentingan ThessenKrupp. Shimron dan Netanyahu membantah tuduhan itu.

Menurut salah satu laporan Haaretz tahun 2017, pemerintah Jerman menangguhkan sejenak kesepakatn pembelian alat pertahanan itu karena munculnya dugaan korupsi, meskipun menteri luar negeri Jerman kala itu Sigmar Gabriel ingin menggesa kesepatan tersebut guna memperbaiki hubungannya yang kurang mulus dengan Netanyahu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mengenali Pintu Masuk Setan
Tulisan selanjutnya Austria Selidiki Kaitan Kelompok Kanan-Jauh Identitarian dengan Serangan Masjid NZ

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?