Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Austria Selidiki Kaitan Kelompok Kanan-Jauh Identitarian dengan Serangan Masjid NZ

Ama Farah
Terakhir diupdate: 27 Maret 2019 18:06 6:06 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 28 Maret 2019 05:45
Bagikan
Ketua kelompok anti-imigrasi Identitarian Martin Sellner.
Bagikan

Hidayatullah.com—Tim investigasi Austria menggeledah rumah dari seorang aktivis kelompok kanan-jauh dalam hubungannya dengan investigasi serangan atas dua masjid di New Zealand belum lama ini.

Martin Sellner, pemimpin Identitarian Movement Austria (IBO), mengatakan dalam sebuah rekaman video bahwa dia menerima donasi, kemungkinan dari tersangka utama serangan di dua masjid di Christchurch, New Zealand.

Namun, dia membantah memiliki keterkaitan apapun dengan serangan tersebut, lapor BBC Rabu (27/3/2019).

Lima puluh orang terbunuh dan puluhan lainnya mengalami luka-luka dalam penembakan di masjid Al-Noor di kota Christchurch dan sebuah masjid di Linwood yang terletak tak jauh dari lokasi pertama pada 15 Maret.

Warga Australia bernama Brenton Tarrant, pria berusia 28 tahun yang memproklamirkan dirinya sebagai pendukung supremasi kulit putih, telah didakwa dengan satu pembunuhan dan akan menghadapi dakwaan-dakwaan lainnya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dalam rekaman video yang diunggah ke internet hari Senin (25/3/2019), Sellner mengatakan dia menerima sebuah email yang menyatakan donasi dalam jumlah cukup besar dari seorang bernama “Tarrant”. Sellner mengatakan bahwa dirinya kemudian mengirimkan email ucapan “terima kasih” seperti yang biasa dia lakukan kepada orang-orang yang mengirimkan donasi.

“Saya tidak ada keterkaitan dengan serangan teror ini,” kata Sellner, seraya menambahkan bahwa organisasinya merupakan kelompok anti-imigrasi yang bersifat damai.

Dia mengatakan bahwa petugas menggeledah flatnya di kota Wina pada hari Senin dan menyita telepon, komputer, serta perangkat-perangkat lain miliknya.

Seorang jubir dari kantor kejaksaan mengatakan bahwa pihaknya telah mengetahui adanya alamat email mencurigakan saat menyelidiki donasi bernilai sekitar 1.500 euro kepada IBO.

Pihak berwenang Austria pekan lalu mengkonfirmasi bahwa Brenton Tarrant pernah mengunjungi negara itu, kemungkinan bulan November 2018, meskipun penjelasan rinci perihal kunjungannya tidak diketahui.

Sellner merupakan salah satu pemuda aktivis paling menonjol di kalangan kanan-jauh di Eropa.

Bulan Maret 2018, Sellner dan kekasihnya Brittany Pettibone –seorang vlogger alt-right dan peminat teori konspirasi– dilarang masuk ke wilayah Inggris. Pihak berwenang di Kerajaan Ratu Elizabeth II itu menyatakan kehadiran keduanya “tidak kondusif untuk kebaikan masyarakat setempat.”*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kejaksaan Jerman Selidiki Kesepakatan Pembelian Kapal Selam Oleh Israel
Tulisan selanjutnya Kepala Staf AD Aljazair Serukan Presiden Bouteflika Dilengserkan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Berita
17 Juli 2026 15:23
SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda

Terbaru

  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?