Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Amerika Hentikan Pelatihan Pilot F-35 Turki

Ama Farah
Terakhir diupdate: 8 Juni 2019 11:41 11:41 am
Ama Farah
Dipublikasikan 8 Juni 2019 11:40
Bagikan
Tiga pilot Turki yang mendapatkan pelatihanF-35 angkatan pertama di Amerika Serikat.
Bagikan

Hidayatullah.com—Amerika Serikat hari Jumat (7/6/2019) menegaskan sikap penentangannya atas keinginan Turki untuk membeli sistem pertahanan udara S-400 dari Rusia, dengan menghentikan pelatihan yang diberikannya kepada pilot-pilot F-35 Turki.

Pejabat sementara Menteri Pertahanan AS Patrick Shanahan mengirimkan surat kepada sejawatnya di Turki, yang dilihat Reuters hari Jumat, berisi penjelasan bahwa Turki akan dicoret dari program pelatihan pilot jet tempur F-35, kecuali sekutunya di NATO itu bersedia mengubah sikap.

Amerika Serikat mengatakan bahwa kepemilikan sistem pertahanan udara S-400 buatan Rusia oleh Turki dapat mengancam jet-jet tempur siluman F-35 buatan Lockheed Martin Corp, yang juga ingin dimiliki Turki. Amerika Serikat mengatakan Turki tidak dapat memiliki keduanya.

Dalam surat tersebut Shanahan dengan jelas menulis bahwa tidak ada lagi pelatihan baru untuk pilot-pilot F-35 Turki. Surat itu menyebutkan bahwa ada 34 siswa yang dijadwalkan untuk mengikuti pelatihan F-35 akhir tahun ini.

“Pelatihan itu tidak akan dilaksanakan sebab kami menangguhkan Turki dari program F-35; tidak ada lagi keperluan untuk memperoleh kepiawaian dalam sistem itu,” menurut lampiran surat tersebut yang diberi judul, “Unwinding Turkey’s Participation in the F-35 Program.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pilot-pilot Turki yang saat ini berada di Amerika Serikat akan menyudahi pelatihan F-35 pada akhir Juli tahun ini.

Dalam suratnya, Shanahan juga memperingatkan Ankara bahwa kesepakatannya dengan Moskow dapat mengancam hubungannya dengan NATO, merugikan perekonomian Turki dan menjadikan negara itu lebih bergantung kepada Rusia.

“Anda masih punya kesempatan untuk mengubah sikap terkait S-400,” tulis Shanahan.

Turki merupakan salah satu mitra program F-35 terbesar dan menyatakan tertarik membeli 100 jut tempur canggih itu, yang total nilainya dengan harga saat ini mencapai $9 miliar.

Perusahaan-perusahaan Turki memproduksi sekitar 937 komponen yang dipakai untuk pembuatan pesawat tempur F-35. Menurut Pentagon, kebanyakan komponen yang dibuat di Turki adalah bagian landing gear (roda pesawat) dan center fuselage (badan pesawat). Amerika Serikat sekarang sedang berencana untuk mengalihkan produksi ratusan komponen itu dari Turki ke negara lain pada tahun depan.

Presiden Turki Recep Tayip Erdogan bersikukuh membeli S-400 dari Rusia dengan alasan Amerika Serikat tidak memberikan tawaran yang menarik seperti yang diterimanya dari Rusia.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatF-35rusiaS-400Turki
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Empat Juta Orang Tinggalkan Venezuela Sejak 2015
Tulisan selanjutnya Penumpang Grab di Malaysia Wajib Selfie

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Berita
1 Juni 2026 13:00
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?