Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Polisi Tunisia Serbu kantor Al Jazeera di Tunis

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 27 Juli 2021 11:27 11:27 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 27 Juli 2021 11:27
Bagikan
Al Jazeera Tunisia
Bagikan

Hidayatullah.com — Kepolisian Tunisia telah menyerbu cabang Al Jazeera di ibukota Tunis, mengusir semua pegawainya, setelah Presiden Kais Saied menggulingkan pemerintah. Pihak yang menentang tindakan presiden menyebut itu sebagai kudeta.

Setidaknya 20 polisi berpakaian preman memasuki kantor pada Senin, lapor wartawan Al Jazeera di Tunis. Para petugas tidak memiliki surat perintah penggerebekan, lanjut wartawan itu pada Selasa (27/07/2021).

“Kami tidak menerima pemberitahuan sebelumnya tentang penutupan kantor kami oleh pasukan keamanan,” ujar Lotfi Hajji, kepala Al Jazeera di Tunisia.

Pasukan keamanan yang terlibat dalam penyerbuan mengatakan mereka hanya menjalankan perintah pengadilan dan mengusir semua wartawan.

Para wartawan mengatakan petugas keamanan memerintahkan mereka untuk mematikan telepon dan melarang kembali ke gedung untuk mengambil barang pribadi mereka. Petugas kepolisian juga menyita kunci kantor.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dalam pernyataannya pada Senin, Al Jazeera mengatakan pihaknya memandang tindakan itu sebagai “serangan terhadap kebebasan pers”.

“Al Jazeera menganggap tindakan otoritas Tunisia ini sebagai eskalasi yang meresahkan dan khawatir akan menghalangi liputan yang adil dan objektif dari peristiwa yang sedang berlangsung di negara itu,” kata jaringan media tersebut.

“Al Jazeera meminta pihak berwenang Tunisia untuk mengizinkan jurnalisnya beroperasi tanpa hambatan dan diizinkan untuk mempraktikkan profesi mereka tanpa rasa takut atau intimidasi.

“Di dunia di mana media dan jurnalis menghadapi ancaman yang meningkat, Al Jazeera memandang ini sebagai serangan terhadap kebebasan pers secara keseluruhan.”

Reporters Without Borders (RSF) mengatakan “mengutuk penyerbuan kantor Al Jazeera di Tunisia dan keterlibatan media dalam konflik politik.”

Juru bicara RSF Pauline Ades-Mevel mengatakan kepada Al Jazeera bahwa timnya tetap waspada. Berjaga jika ada serangan lebih lanjut terhadap media di Tunisia.

“Kami melihat situasi dengan hati-hati. Kami mengecam langkah ini dan kami menganggap pluralisme pers dan kebebasan pers harus dihormati oleh pihak berwenang selama ini ketika krisis politik berlangsung sejak kemarin malam di negara ini,” kata Ades-Mevel.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Al JazeeraKebebasan perskudetatunisia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PBB Mencatat Kenaikan 47% dalam Kematian Warga Sipil Afghanistan pada Paruh Pertama Tahun 2021
Tulisan selanjutnya Epidemiolog Sebut Aturan Makan di Tempat Sulit Dipantau

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Berita
14 Juli 2026 14:52
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?