Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Empat Juta Orang Tinggalkan Venezuela Sejak 2015

Ama Farah
Terakhir diupdate: 8 Juni 2019 11:04 11:04 am
Ama Farah
Dipublikasikan 8 Juni 2019 11:04
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Empat juta orang Venezuela pergi meninggalkan negaranya yang tertimpa beragam krisis dalam kurun empat tahun terakhir, kata organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk urusan pengungsi UNHCR.

Sejak bulan November tahun lalu saja, kata UNHCR, sebanyak 1 juta warga Venezuela meninggalkan negaranya yang diselimuti perebutan kekuasaan antara Presiden Nicolas Maduro dan penentangnya Juan Guaio yang memproklamirkan dirinya sendiri –dengan didukung Amerika Serikat– sebagai pemimpin interim.

“Negara-negara Amerika Latin dan Karibia melakukan bagian mereka merespon krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya ini. Namun, mereka tidak dapat diharapkan terus melakukannya tanpa dukungan internasional,” kata Eduardo Stein, perwakilan khusus UNHCR untuk migran dan pengungsi Venezuela yang juga bekas wakil presiden Guatemala, hari Jumat (7/6/2019) seperti dilansir DW.

UNHCR mengatakan angka 4 juta itu terdiri dari 700.000 orang meninggalkan Venezuela sebelum akhir 2015 dan 3 juta sejak awal 2016.

Kolombia menampung 1,3 juta orang Venezuela, Peru 768.000, dan sisanya tersebar di Chile, Ekuador, Brazil, Argentina serta negara-negara di kawasan Karibia, kata Stein.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dalam pernyataan terpisah hari Jumat, UNICEF mengatakan sekitar 3,2 juta anak di dalam Venezuela –atau satu dari setiap tiga anak– membutuhkan bantuan kemanusian.

Angka kematian di kalangan anak berusia di bawah lima tahun meningkat dua kali lipat dari tahun 2010 sampai 2017, kata jubir UNICEF Christophe Boulierac, dari 14 menjadi 31 kematian per 1.000 kelahiran hidup.

Meskipun sudah ada bantuan medis yang dikirim ke klinik-klinik, tetapi UNICEF mengatakan bantuan itu masih sangat jauh dari cukup. “Jutaan anak perlu diimunisasi, pergi ke sekolah, minum air bersih dan merasa terlindungi.”

Sekitar 50 negara –kebanyakan sekutu Amerika Serikat– mengakui Guaido sebagai pemimpin interim Venezuela. Tetapi dia sampai saat ini belum mampu menggulingkan Maduro, yang masih disokong mayoritas pemimpin militer, Kuba dan Rusia. Pemerintahan Maduro masih bertahan dari gempuran beragam sanksi yang dikenai Amerika Serikat atas Venezzuela dan para pejabatnya.

Upaya mediasi yang dijembatani Norwegia kabarnya menemui jalan buntu, sebab Maduro menolak digelarnya pemilu presiden untuk menyelesaikan krisis. Venezuela baru Desember 2018 kemarin menggelar pilpres yang dimenangkan Maduro.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:maduroVenezuela
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pabean Jerman Sita Asesoris Senpi Asal Amerika
Tulisan selanjutnya Amerika Hentikan Pelatihan Pilot F-35 Turki

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Syeikh Jarrah palestina
Berita

Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza

Berita
3 September 2026 19:12
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap
Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?