Hidayatullah.com—Beberapa ribu orang hari Ahad (8/9/2019) ikut ambil bagian dalam pawai gay yang pertama kali digelar di negara Bosnia, dengan pengawalan ketat dari kepolisian serta unit anti-sniper, setelah sebelumnya sejumlah kelompok Muslim menggelar pawai tandingan menentang parade kelompok pecinta sesama jenis itu.
Dengan pengawalan super ketat, pawai kaum LGBT dan pendukungnya di ibukota Sarajevo itu berlangsung dengan aman.
“Saya selalu berpikir bahwa hak asasi manusia harus ada bagi semua dan ketika saya melihat semua komentar-komentar kebencian terhadap pawai gay, saya merasa adalah kewajiban saya untuk datang dan menunjukkan dukungan,” kata Sanja, wanita beusia 54 tahun asal Sarajevo yang datang ke pawai kaum homoseksual itu bersama suaminya seperti dikutip Reuters.
Lebih dari 1.000 petugas kepolisian dikerahkan dalam acara tersebut, membatasi area jalan kaki dengan pagar dan pembatas-pembatas beton. Unit anti-sniper ditempatkan di sejumlah atap bangunan tinggi sepanjang rute pawai menuju pusat kota.
Bosnia merupakan negara di kawasan Balkan teranyar yang menggelar pawai homoseksual. Pawai itu digelar sebagai “tes” toleransi terhadap kaum minoritas, seiring dengan keinginan negara itu menjadi anggota Uni Eropa.
Diplomat-diplomat Uni Eropa dan Dubes Amerika Serikat untuk Bosnia, yang merupakan seorang gay, ikut ambil bagian dalam pawai tersebut.
Para penyelenggara pawai, yang berlatarbelakang beragam etnis yang saling bertempur dalam perang era 1990-an, membawa spanduk berwarna merah muda dengan slogan “Ima Izac” atau “Saya Ingin Keluar”, serta spanduk-spanduk lain bertuliskan slogan pro-LGBT.
“Kami, kaum LGBTIQ, setiap hari berjuang demi eksistensi, identitas dan cinta kami,” kata Branko Culibrk, salah seorang panitia.
Sebelumnya pada hari yang sama, beberapa ratus orang yang menentang pawai LGBT juga menggelar aksi jalan kaki damai. Mereka melakukan aksi sambil membawa tulisan menentang homoseksual.
Pada hari Sabtu, beberapa kelompok menggelar aksi jalan juga guna mengkampanyekan “nilai-nilai keluarga tradisional”.
Semua kelompok keagamaan di Bosnia menentang pawai homoseksual tersebut, tetapi mereka juga mengingatkan agar warga yang menentang tidak melakukan aksi kekerasan.
Banyak artis terkenal Bosnia berpartisipasi dalam pawai LGBT itu, seperti penyanyi Bozo Vreco, yang terkenal dengan pakaian khasnya yang mengekspresikan sisi pria dan wanita dalam dirinya.*