Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Polisi Tembakkan Air Berbau ke Masjid, Pemimpin Hong Kong Minta Maaf

Ahmad
Terakhir diupdate: 21 Oktober 2019 19:37 7:37 pm
Ahmad
Dipublikasikan 21 Oktober 2019 19:37
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Kepolisian menembakkan air berwarna biru dan berbau dari meriam air (water cannon) ke arah Masjid Kowloon saat hendak menghentikan aksi unjuk rasa di areal wisata dan bisnis Tsim Sha Tsui, Ahad (20/10/2019).

Masjid Kowloon merupakan salah satu bangunan suci umat Muslim terbesar di Hong Kong.

Atas kejadian itu, Pemimpin Hong Kong Carrie Lam meminta maaf ke publik pada Senin (20/10/2019).

Peristiwa itu terjadi saat rakyat Hong Kong menggelar unjuk rasa pada Ahad. Kejadian ini merupakan insiden terbaru yang terjadi di Hong Kong sejak wilayah itu jatuh pada krisis politik dalam lima bulan terakhir.

Ketika bentrok terjadi, polisi menyemprotkan air dari water cannon untuk membubarkan pengunjuk rasa. Tetapi ini bukan air biasa yang disemprotkan ke massa, melainkan cairan berwarna biru.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Tak lama kemudian, cairan biru ikut menodai gerbang dan anak tangga menuju Masjid Kowloon, di antara tempat ibadah utama di Hong Kong yang menjadi titik kumpul sejumlah orang, termasuk para wartawan.

Noda biru dari water cannon masih membekas di jalan depan masjid di saat para umat Muslim datang untuk shalat berjamaah pada hari Senin.

Baca: Pelajar Hong Kong Bolos Sekolah untuk Ikut Demonstrasi

Unjuk rasa pada Ahad itu berlangsung setelah pada pekan lalu otoritas Hong Kong menyampaikan pidato kebijakan tahunannya. Dalam pidatonya, Lam mengaku sedang berupaya meredakan ketegangan dengan mencari cara mengatasi masalah tempat tinggal yang kian langka di Hong Kong.

Lam berjanji pula akan membatalkan rancangan undang-undang ekstradisi ke China. Rancangan beleid itu merupakan di antara penyebab aksi protes panjang di Hong Kong.

Ia juga berjanji akan membangun dialog dengan masyarakat, tetapi menolak memenuhi permintaan lain demonstran.

Lam menyempatkan berkunjung ke Masjid Kowloon, Senin, sebelum bertolak ke Jepang untuk menghadiri upacara naik tahta Kaisar Naruhito di Tokyo.

Ketika itu, warga Hong Kong tengah membersihkan noda dan kotoran akibat aksi unjuk rasa pada malam sebelumnya.

Dalam kunjungannya pada Senin pagi itu, Lam yang memakai syal menyampaikan permintaan maaf kepada para pemimpin kaus Muslim di Hongkong, menurut juru bicara Lam.

Sementara itu, Kepala Imam masjid, Muhammad Arshad, menyampaikan, permintaan maaf Lam “diterima”, dan komunitas Islam di Hong Kong berharap masyarakat dapat kembali hidup damai.

Sedangkan kepolisian lewat pernyataan tertulisnya mengatakan, pihaknya tak sengaja menodai gerbang masjid dengan cairan biru.

Kepolisian menyebut bahwa mereka “menghormati kebebasan beragama dan akan melindungi seluruh tempat ibadah” di Hong Kong.

Sementara itu, di sekitar Semenanjung Kowloon, sejumlah demonstran membakar pertokoan dan menggambar grafiti di jalan saat bentrok dengan aparat kepolisian.

Selama dua pekan ketegangan di Hong Kong sempat mereda. Namun tensi memanas kembali pasca pengunjuk rsa kembali terlibat bentrok dengan aparat polisi pada Ahad.

Demonstrasi pada Ahad itu dihadiri puluhan ribu orang, ini menunjukkan menguatnya dukungan kepada aksi anti-pemerintah di Hong Kong.

Pengunjuk rasa terdiri dari keluarga dan orang lanjut usia. Mereka turun ke jalan mengikuti aksi protes damai di Hong Kong.

Banyak dari demonstran yang memakai masker dan payung untuk menyembunyikan wajah sebagai bentuk protes terhadap aturan anti-masker yang disahkan pada bulan ini untuk membatasi demonstrasi.

Baca: Pengadilan Hong Kong Tolak Penangguhan Larangan Demonstran Pakai Masker

Sedangkan kelompok pendemo yang lebih keras, yaitu para anak muda, masih terus bentrok dengan anggota kepolisian.

Pendemo ini menargetkan bank dan pertokoan yang dinilai punya hubungan dengan China. Mereka pun merusak pintu depan toko, menyalakan api di areal perbelanjaan serta pusat bisnis di Nathan Road, pusat Semenanjung Kowloon.

Pendemo dalam tuntutannya meminta hak memilih universal, penyelidikan independen terhadap aksi brutal kepolisian, dan pengampunan (amnesti) terhadap para demonstran yang kena pidana.

Pendemo juga mendesak otoritas Hong Kong untuk berhenti menyebut para pengunjuk rasa sebagai perusuh.

Lebih 2.600 Ditahan

Aksi protes memanas di Hong Kong sejak Juni. Sejak itu hingga saat ini, sudah 2.600 orang ditahan. Sebagian besar tahanan adalah anak-anak di bawah usia 18 tahun. Selama unjuk rasa berlangsung, dua demonstran telah ditembak. Pun, banyak korban luka-luka.

Banyak rakyat Hong Kong memprotes upaya pemerintah China yang hendak membatasi kebebasan di kota semi otonom itu.

Pengamat memperkirakan, kerugian yang disebabkan aksi protes panjang di Hong Kong kemungkinan akan ditanggung oleh para pengusaha. Namun, masalahnya, cuma sedikit pebisnis yang mengajukan asuransi atas usahanya.

Sejak China mengambil alih kekuasaan di Hong Kong dari Inggris pada tahun 1997, Beijing menerapkan sistem “satu negara, dua sistem” di wilayah itu.

Baca: Demonstran Pro-Demokrasi Hong Kong Minta Bantuan Bekas Penjajahnya

Aksi protes itu dinilai menjadi tantangan bagi Presiden China Xi Jinping sejak ia berkuasa. Beijing sudah menyangkal anggapan pihaknya berupaya mencabut kebebasan di Hong Kong. Xi Jinping berjanji akan melawan tiap upaya yang ingin merusak keutuhan negara komunis tersebut.

Seiring dengan resesi ekonomi yang berlangsung selama beberapa tahun terakhir, Menteri Keuangan Hong Kong Paul Chan pada Ahad menawarkan dukungan pada usaha kecil dan menengah yang merugi akibat aksi massa.

“Kami sedang mempelajari modal bantuan ketiga (untuk pengusaha UKM, red),” ujar Paul lewat blognya kutip dari Reuters.

Para demonstran kembali merencanakan aksi protes dalam mal di wilayah utara Distrik Yuen Long pada pukul 19.00 waktu setempat, Senin. Aksi digelar untuk mengingat kembali insiden penganiayaan aktivis oleh massa di daerah itu, tiga bulan lalu.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Carrie LamdemonstrasiHong Kongmasjid Hong KongMasjid Kowloonpolisi Hong Kong
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Nuh: Masjid Harus Punya Fungsi Ibadah, Pendidikan, Ekonomi, Kesehatan
Tulisan selanjutnya Kunci Kemenangan Nabi Musa Menghadapi Koalisi Tiran Fir’aun

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Erdogan Serukan Persatuan Dunia Islam dalam Perayaan Maulid di Istanbul

Berita
29 Agustus 2026 14:04
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?