Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

PBB: Di Dunia Ada Setengah Miliar Orang Pengangguran

Ama Farah
Terakhir diupdate: 22 Januari 2020 19:14 7:14 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 22 Januari 2020 19:14
Bagikan
Buruh konstruksi di Eropa.
Bagikan

Hidayatullah.com—Lebih dari 470 juta orang di dunia saat ini pengangguran atau setengah pengangguran, ungkap Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam laporan terbaru yang dikompilasikan International Labor Organization (ILO).

Tingkat pengangguran relatif stabil selama tahun 2010-an, menurut laporan tersebut. Namun, pengangguran global diperkirakan naik 2,5 juta di tahun 2020, dari 188 juta menjadi 190,5 juta orang.

“Bagi jutaan orang yang bekerja, saya kira akan semakin sulit untuk mewujudkan hidup yang lebih baik melalui pekerjaan,” kata pimpinan ILO Guy Ryder kepada para reporter di Jenewa seperti dilansir DW Selasa (21/1/2020).

Laporan tahunan World Employment and Social Outlook menekankan tidak hanya soal pengangguran tetapi juga setengah pengangguran. Sekitar 285 juta orang di seluruh dunia dianggap setengah pengangguran, artinya mereka bekerja lebih sedikit dari yang mereka inginkan, menyerah dalam upaya mendapatkan pekerjaan atau kurang mendapatkan akses ke pasar kerja.

Angka 470 juta itu merepresentasikan sekitar 13% dari angkatan kerja global, tulis laporan itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Kaitan antara kerusuhan sosial dan pengangguran dan setengah pengangguran merupakan bagian kunci dari laporan baru tersebut.

“Kondisi pasar tenaga kerja berkontribusi terhadap erosi kohesi sosial ini di banyak masyarakat kita,” kata Ryder, merujuk demonstrasi besar di sejumlah negara seperti Libanon dan Chile.

Menurut “indeks kerusuhan sosial” yang dibuat ILO, yang mengukur frekuensi hal-hal seperti demonstrasi dan aksi mogok (massal), terjadi kenaikan baik ditingkat global maupun di 7 dari 11 kawasan antara tahun 2009 dan 2019. Angka 267 juta orang muda berusia antara 15 dan 24 tahun tidak memiliki pekerjaan (menganggur), tidak sekolah atau tidak memiliki ketrampilan mungkin yang menjadi faktor kunci dari kondisi tersebut. Kalaupun orang muda itu memiliki pekerjaan, kondisi pekerjaan mereka di bawah layak.

Laporan tersebut juga menyinggung kembali tentang ketimpangan antara pekerja yang mendapatkan pendapatan tertinggi dan yang terendah di dunia. Wanita yang masuk dalam angkatan kerja hanya sebanyak 47% atau 27% di bawah pria.

“Kita tidak bergerak ke arah seperti yang kita inginkan,” kata Ryder. “Situasinya justru lebih buruk dibandingkan yang kita perkirakan sebelumnya.”*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Flu Burung Muncul Kembali di Jerman
Tulisan selanjutnya PM Malaysia Terima Kunjungan Pemimpin Hamas Membahas Perjuangan Palestina

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Berita
4 Juni 2026 14:01
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?