Hidayatullah.com—Flu burung muncul kembali ke Jerman untuk pertama kalinya sejak musim dingain lalu, lapor lembaga penyiaran Jerman NDR hari Senin (20/1/2020) seperti dilansir DW.
Seekor angsa muka putih telah diidentifikasi mengidap bibit penyakit tersebut di negara bagian Brandenburg, beberapa mil saja dari perbatasan dengan Polandia. Virus flu unggas tersebut baru-baru ini ditemukan di kawasan Eropa Timur, tetapi ini untuk pertama kalinya ada kasus tersebut di Jerman pada musim ini.
Virus yang mudah menular itu cenderung merebak dengan sangat cepat. Puluhan ribu unggas telah dibunuh di Rumania, Belarus, Hungaria dan Polandia pada bulan Januari saja. Kasus-kasus lainnya dikonfirmasi terjadi di Slovakia dan Republik Ceko.
Virus itu cenderung menjangkiti populasi unggas di bulan Desember dan Januari.
Pada musim dingin tahun 2016-2017, setengah juta unggas dibunuh di Jerman dalam satu wabah yang paling buruk di negeri itu.
Kasus flu burung terakhir ini kemungkinan kembali ke Eropa lewat migrasi burung-burung dari Eropa Timur, kata para pakar. Kabar ini muncul sementara puluhan orang di China terpapar virus baru yang menyebabkan penyakit mirip pneumonia.
Friedrich Loeffler Institute mengidentifikasi wabah tahun 2017 sebagai epidemi paling buruk flu jenis ini yang pernah terjadi di Eropa. Flu burung jenis ini biasanya tidak menular ke manusia, tetapi beberapa kasus yang terjadi di Jerman pada 2017, kebanyakan dilaporkan oleh orang-orang yang pernah atau beberapa saat berada di pasar unggas.*