Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pasien Antre Minta Dicabut Nyawanya di Klinik Euthanasia Belanda

Ama Farah
Terakhir diupdate: 8 Februari 2020 10:00 10:00 am
Ama Farah
Dipublikasikan 8 Februari 2020 10:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Satu-satunya klinik euthanasia di Belanda, hari Jumat (7/2/2020), mengatakan terjadi kenaikan 22% permintaan dari orang-orang yang mencari bantuan untuk mengakhiri hidup mereka tahun lalu dibanding tahun 2018.

Euthanasia Expertise Center klinik di kota Den Haag, yang membantu para dokter melakukan prosedur euthanasia, menerima 3.122 permintaan tahun lalu.

Menurut klinik itu, permintaan euthanasia tetap stabil di tahun 2017 dan 2018 tetapi naik drastis di tahun 2019.

“Pada setiap hari kerja ada 13 orang yang datang kepada kami dan berkata, ‘Saya tidak sanggup hidup lebih lama lagi.’ Ada kebutuhan yang sangat tinggi,” kata manajer klinik Steven Pleiter. Dia mengatakan kliniknya melaksanakan 900 euthanasia tahun lalu, sekitar sepertiga dari total permintaan.

EEC mengatakan permintaan euthanasia kerap datang dari orang-orang pengidap demensia atau penderita berbagai macam rasa sakit yang berkaitan dengan usia tua. Ada dua kasus di mana pasien menderita demensia yang sangat parah hingga tahap mereka dianggap lumpuh secara mental.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Elke Swart, seorang jubir EEC, mengatakan kepada AFP bahwa salah satu alasan mengapa terjadi kenaikan jumlah itu bisa jadi karena sebuah kasus di pengadilan belum lama ini yang melibatkan seorang dokter yang melakukan euthanasia terhadap pasien demensia parah.

Dokter wanita itu pada akhirnya dibebaskan oleh pengadilan dari dakwaan pembunuhan. Dia dijerat dakwaan karena pihak kejaksaan berkeyakinan dokter itu tidak melakukan euthanasia sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh hukum yang berlaku di Belanda.

Swart mengatakan kasus itu mungkin telah membuat para dokter yang menerima permintaan euthanasia ketakutan lalu merujuk pasiennya ke EEC, sehingga jumlahnya meningkat.

Swart menambahkan bahwa faktor demografi bisa juga berkontribusi terhadap jumlah permintaan euthanasia yang diterima EEC, seperti menuanya populasi dan semakin pahamnya orang tentang praktik euthanasia.

Pihak klinik mengaku kewalahan menangani lonjakan permintaan euthanasia.

“Kami membuka semua pintu, bagi para dokter, psikiater dan perawat,” kata Pleiter seperti dilansir DW.

Pada tahun 2002 Belanda menjadi negara pertama di dunia yang melegalkan euthanasia.

Berdasarkan hukum di negara itu, semua warga Belanda berusia 12 atau lebih yang memenuhi kriteria ketat diperbolehkan mengajukan permohonan euthanasia. Di antara persyaratan yang harus dipenuhi pemohon adalah pasien benar-benar dalam penderitaan tanpa akhir dan bertekad dan berkeyakinan penuh ingin mengakhiri hidupnya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:euthanasia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pelaku Penembakan di Walmart El Paso Didakwa 90 Kejahatan Kebencian
Tulisan selanjutnya Penyelundupan Narkoba di Jerman Melonjak di Tahun 2019

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Berita
4 Juni 2026 09:00
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?