Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Bertambah Pelajar Korsel yang Menganggap Reunifikasi Dua Korea Tidak Perlu

Ama Farah
Terakhir diupdate: 11 Februari 2020 21:15 9:15 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 11 Februari 2020 21:04
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Semakin banyak pelajar yang berpikir reunifikasi dua Korea tidak perlu dan Semenanjung Korea tidak damai. Demikian menurut hasil survei yang dirilis hari Selasa (11/2/2020), lapor The Korea Herald.

Menurut survei yang dilakukan Kementerian Pendidikan dan Kementerian Unifikasi, sebanyak 55% responden mengatakan penyatuan dua Korea perlu, turun 7,5% dari tahun sebelumnya. Sebanyak 19,4% persen mengatakan reunifikasi tidak perlu.

Mayoritas pelajar yang mengatakan reunifikasi perlu (29,1%) memberikan alasan karena orang Korea merupakan satu bangsa. Angka itu naik dari 21,6 persen pada survei tahun 2018. Sebanyak 21 persen mengatakan reunifikasi diperlukan guna menghilangkan kekhawatiran akan ancaman perang dari Utara.

Survei itu dilakukan antara 21 Oktober dan 29 November 2019 dan melibatkan 66.042 pelajar dari 598 sekolah dasar, sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas, serta 3.817 guru.

Banyak pelajar memandang Utara negatif, mengasosiasikannya dengan perang dan militerisme (31,8%), serta kediktatoran (27%).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Apabila di tahun 2018 sebanyak 50,9% pelajar menilai Korea Selatan harus bekerja sama dengan Utara, maka pada survei tahun 2019 yang berpendapat demikian berkurang menjadi 43,8%. Sekitar 36% berpendapat Utara harus diwaspadai atau naik dari 28,2% pada tahun 2018, dan sebanyak 8,1% berpendapat Utara harus dianggap sebagai musuh.

Sebanyak 34% pelajar menilai Semenanjung Korea bukan tempat yang damai, melonjak dari 15,5% pada survei tahun 2018.

Kalaupun terjadi penyatuan dua Korea, maka hal itu akan terwujud pada 10-22 tahun mendatang kata 29,3% responden. Sebanyak 22,2 persen memperkirakan bisa terwujud dalam waktu 5-10 tahun, tetapi 18,1% pelajar berpendapat mustahil terjadi pada kurun itu.

Pemerintahan liberal pimpinan Moon Jae-in memfokuskan upaya-upaya perbaikan hubungan dengan Korea Utara.

Korea Selatan dan Korea Utara secara teknis masih dalam situasi berperang sejak Perang Korea 1950-1953 berakhir dengan gencatan senjata dan bukan kesepakatan damai.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pengadilan Militer Aljazair Kukuhkan Vonis Penjara Said Bouteflika
Tulisan selanjutnya Regu Tembak Eksekusi Mati Dua Pemerkosa Anak di Somalia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Berita
30 Mei 2026 10:11
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?