Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pangeran Harry dan Meghan Akhiri Tugas Kerajaan 31 Maret

Ama Farah
Terakhir diupdate: 20 Februari 2020 19:04 7:04 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 20 Februari 2020 19:04
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Duke dan Duchess of Sussex secara resmi akan menyudahi tugas mereka sebagai pasangan bangsawan Kerajaan Inggris pada 31 Maret 2020, kata seorang jubir pasangan tersebut.

Pangeran Harry dan istrinya Meghan Markle tidak akan lagi melakukan tugas atas nama Ratu Elizabeth II, tetapi hal itu akan dikaji ulang setelah 12 bulan, lapor BBC Rabu (19/2/2020).

Awal tahun ini, putra kedua Pangeran Charles dan istrinya itu mengumumkan akan mundur dari tugas keraja untuk bekerja mencari uang sendiri.

Mereka akan kembali ke Inggris untuk menuntaskan tugas akhir bulan ini.

Pasangan itu bermaksud akan membagi waktu mereka antara Inggris dan Amerika Utara (Kanada dan AS), kata jubir itu, dan akan kembali ke Inggris secara berkala.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pada bulan Februari dan Maret mereka bertugas menghadiri 6 acara di Inggris, termasuk Commonwealth Day Service pada 9 Maret.

Harry juga dijadwalkan akan menghadiri London Marathon pada bulan April dalam kapasitasnya sebagai pembina, dan pada bulan Mei bersama istrinya akan menghadiri Invictus Games.

Harry dan Meghan masih berhak menyandang gelar kerajaan HRH, tetapi terlarang menggunakannya.

Sementara itu penggunaan kata “Royal” masih sedang dalam pembicaraan, kata jubir itu, dan pengumuman tentang hal itu akan disampaikan bersamaan dengan peluncuran organisasi nirlaba baru yang dikelola pasangan itu.

Yayasan yang dibentuk Harry dan Meghan mengajukan pendaftaran merek “Sussex Royal” pada Juni 2019. Nama itu sudah dipergunakan untuk website dan media sosial mereka.

Oleh karena mereka akan berhenti menjalankan tugas kerajaan atas nama Ratu, maka mereka tidak lagi akan memiliki kantor di Istana Buckingham. Sebagai gantinya, mulai 1 April mereka akan dapat dihubungi lewat yayasan mereka yang berada di Inggris, kata jubir itu.

Harry masih diperbolehkan memegang pangkat-pangkatnya di kemiliteran, yaitu Major, Lieutenant Commander dan Squadron Leader. Namun, jabatan kehormatannya di militer akan dicopot, dan posisinya akan diisi orang lain untuk periode review 12 bulan.

Keterangan lebih lengkap tentang organisasi amal binaan mereka yang baru akan dibeberkan di lain waktu tahun ini, kata jubir itu, tetapi bidang garapannya akan tetap sama, antara lain pemberdayaan pemuda dan kesehatan mental.

Harry juga masih peduli dengan isu-isu kesejahteraan tentara pria dan wanita, konservasi alam, serta HIV. Sementara Meghan fokus di isu-isu pemberdayaan wanita, kesetaraan gender dan pendidikan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kasus Covid-19 di Komunitas Sekte Gereja Yesus Shincheonji Meningkat
Tulisan selanjutnya Nigeria Perlu Tambahan 100.000 Lebih Prajurit untuk Kalahkan Boko Haram

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Berita
3 Juni 2026 09:20
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?