Hidayatullah.com – Malaysia menjadi satu-satunya negara yang mencapai kesepakatan kerja sama halal dengan Tokyo untuk Olimpiade 2020 lapor Says.com pada 18 Februari 2020.
Menurut New Straits Times, sebuah usaha katering kecil Malaysia bernama MyChef sedang menyiapkan makanan-siap-saji halal yang akan dikirim ke Jepang untuk Olimpiade 2020.
Makanan halal seperti nasi biryani dan nasi goreng akan disajikan pada event itu, yang akan berlangsung mulai dari 24 Juli hingga 9 Agustus.
Lebih dari 50 negara Muslim akan berpartisipasi di Olimpiade Tokyo 2020 selain ratusan atlit Muslim dari negara lain.
Jepang berupaya menarik 40 juta wisatawan tahun ini dan Malaysia memperkirakan delapan juta di antaranya merupakan Muslim.
Pemerintah Malaysia juga akan menyelenggarakan kegiatan promosi ‘Malaysia Street 2020’, yang akan menawarkan peluang bagi perusahaan yang menjual makanan halal kepada pembeli dan distributor Jepang.
New Straits Times melaporkan bahwa pemerintah Malaysia menargetkan menjual makanan dan produk senilai 300 juta Ringgit Malaysia kepada Muslim dan non-Muslim.
Penasihat ekonomi di kedutaan Jepang di Malaysia Hideto Nakajima mengatakan, “Kami harus banyak belajar dari pihak berwenang Malaysia dan sebagai gantinya, perusahaan Malaysia memiliki lebih banyak peluang untuk mengembangkan bisnis mereka.”
Jumlah wisatawan yang mengunjungi Jepang dari Asia Tenggara, khususnya Muslim, telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir berkat aturan visa yang longgar.
Selain Olimpiade Tokyo 2020, beberapa sektor Jepang juga lebih ramah terhadap wisatawan Muslim.
Menurut About Islam, otoritas pariwisata pemerintah Jepang mendorong negara itu untuk menyiapkan “Masjid Bergerak”, ruangan shalat di beberapa hotel, toko kosmetik halal, serta fasilitas-fasilitas ramah Muslim di lokasi pariwisata utama seperti Gunung Fuji.*