Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Ditarik dari Iraq, Tentara Prancis Perangi Coronavirus di Dalam Negeri

Ama Farah
Terakhir diupdate: 27 Maret 2020 09:24 9:24 am
Ama Farah
Dipublikasikan 27 Maret 2020 09:24
Bagikan
Aparat keamanan Prancis berjaga-jaga di depan Katedral Notre-Dame.
Bagikan

Hidayatullah.com—Prancis melancarkan operasi militer untuk membantu aparat yang kewalahan menghadapi wabah coronavirus. Presiden Emmanuel Macron mengumumkan operasi “Résistance” dan Prancis menarik pasukannya dari Iraq.

Operasi militer di dalam negeri itu akan fokus membantu dan mendukung msyarakat, serta aparat dalam menghadapi wabah Covid-19 baik di wilayah Prancis maupun teritorinya di seberang lautan. Demikian diumumkan Macron hari Rabu (25/3/2020), saat mengunjungi sebuah rumah sakit lapangan yang didirikan militer di Mulhouse, bagian timur Prancis, daerah yang sejauh ini paling parah terpapar coronavirus.

Prancis berencana mengerahkan helikopter-helikopter kargo di teritori-teritori seberang lautan, dan telah mengangkut mereka yang sakit dengan pesawat miiter dan pesawat kargo di kawasan Mediterania.

Operasi “Résistance” ini terpisah dari operasi antiterorisme Sentille, yang mengerahkan sekitar 7.000 prajurit di seluruh penjuru Prancis, lapor RFI Kamis (26/3/2020).

Sementara militer fokus bertugas di dalam negeri, pasukan yang dikerahkan di luar negeri akan ditarik pulang, guna meminimalisir potensi terlular coronavirus di Iraq, yang mulai hari Ahad lalu menerapkn kebijakan ketat guna meredam wabah.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dalam pernyataan hari Rbu, kepala staf AD mengatakan bahwa Prancis akan menangguhkan aktivitas pelatihan di Iraq.

Prancis mengerahkan sekitar 200 personel militer di Iraq, kebanyakan dengan tugas melatih tentara Iraq. Berbasis di pangkalan militer pasukan koalisi di Baghdad, mereka membantu tentara Iraq memerangi sisa-sisa kelompok ISIS alias IS alias Daesh.

Tentara Iraq pekan lalu mengatakan menghentikan sementara operasi latihan mereka, dan bahwa pasukan koalisi untuk sementara akan menarik pasukannya dalam beberapa hari ke depan.

Kepala staf AD Prancis mengatakan sementara pasukan ditarik dari Iraq, Prancis tetap terus memerangi ISIS dengan pasukan yang ditempatkan di pangkalan militer koalisi di Kuwait dan Qatar. Operasi maritim Prancis masih dilakukan di sekitar perairan Suriah, dan dukungan kekuatan udara akan diberikan oleh pasukan yang ditempatkan di Yordania dan Qatar.

Sebanyak 15.000 tentara Prancis yang dikerahkan di kawasan Sahel, Afrika, sebagai bagian dari operasi anti-jihadis “Berkhane” tidak akan ditarik, meskipun kasus coronavirus sudah muncul di Mali, Niger dan Burkina Faso.

Sampai hari Rabu, Prancis mencatat hampir 26.000 kasus terkonfirmasi coronavirus, dengan jumlah kematian di rumah sakit saja mencapai 1.300.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:coronavirusPrancis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kemenag Siapkan 2 Skema Haji Tetap Digelar atau Dibatalkan
Tulisan selanjutnya Tips Aktivis Muslimah Mengisi Masa Lockdown di Rumah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Berita
13 Juli 2026 18:00
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Terbaru

  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?