Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Arab Saudi Mencari Jalan Keluar dari Perang yang Menghancurkan di Yaman

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 27 Maret 2020 10:13 10:13 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 27 Maret 2020 10:13
Bagikan
Kondisi Yaman akibat perang
Bagikan

Hidayatullah.com-Arab Saudi sedang mencari jalan keluar dari perang yang menghancurkannya di Yaman. Perang Yaman terjadi hampir lima tahun setelah memimpin koalisi Negara Arab melawan pemberontak Syiah Houthi yang didukung rivalnya, Iran lapor Middle East Monitor.

Kerajaan di Teluk itu diyakini telah merasa lebih terisolasi setelah sekutu regional utamanya, Uni Emirat Arab (UEA), mengurangi kehadiran militernya di Yaman pada tahun 2019. UEA menarik diridalam upaya untuk mengurangi kerugian di sana.

Pejabat Barat yang dekat dengan kebijakan kerajaan tentang Yaman mengatakan “seperti UEA, orang Saudi ingin mengatakan perang ini berakhir untuk kami, tetapi situasi di lapangan sangatlah sulit.”

Baru-baru ini, pemberontak Syiah Houthi telah merebut daerah-daerah besar di provinsi strategis Al-Al-Jawf dan Marib di utara negara itu yang dekat dengan perbatasan Arab Saudi. Hal ini memungkinkan mereka melancarkan serangan udara di wilayah Saudi.

Baca: Pemberontak Al Houthi Yaman Serang Ladang Minyak Arab

Namun, beberapa pakar meyakini bahwa Riyadh masih mampu mengakhiri perang yang menghancurkan di Yaman. Seorang peneliti di Program Bernstein tentang Kebijakan Teluk dan Energi di The Washington Institute, Elana DeLozier, mengatakan: “Saudi berada di posisi terbaik untuk melakukan ini [mengakhiri perang] karena mereka memiliki hubungan dengan semua pemain utama di Yaman.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Namun, dia memperingatkan bahwa “kemampuan Arab Saudi untuk bermanuver dan mengakhiri perang dengan persyaratan yang dapat diterima mungkin berkurang.”

Thomas Juneau, profesor di Ottawa University, Kanada, mengatakan dalam sebuah analisis yang diterbitkan oleh Sanaa Centre for Strategic Studies bahwa “Riyadh meyakini bahwa penarikan mendadaknya akan melemahkan koalisi atau menyebabkan disintegrasi, yang akan menguntungkan Houthi dan pendukung eksternalnya, Iran.”

Dia menjelaskan bahwa pada saat yang sama, “Riyadh ingin mengurangi biaya intervensinya di Yaman setelah menyadari bahwa mereka tidak mampu membayar biaya perang dan militer dalam jangka panjang.”

Sejauh ini, belum ada tanda-tanda bahwa perang di Yaman mungkin berakhir yang telah dikonfirmasi oleh para pejabat Saudi adalah kunci untuk melawan “ancaman ekspansi Iran.”

Baca:  Pemberontak Syiah al Houthi Serang Orang Shalat Malam, 100 Orang Meninggal

Masih tidak ada kasus infeksi virus corona

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Yaman mengatakan kemarin bahwa negara itu tidak memiliki kasus yang dikonfirmasi dari virus corona baru yang dikenal sebagai COVID-19. Kantor WHO di Yaman menulis di Twitter bahwa berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan, pihaknya telah mendukung pendirian fasilitas karantina di Kota Aden untuk memastikan “kesiapsiagaan dan tanggapan jika ada kasus yang dikonfirmasi.”

Pihak berwenang Yaman telah mengambil sejumlah langkah pencegahan untuk menghadapi wabah virus corona. Termasuk menangguhkan sekolah-sekolah, menutup transportasi udara dan udara, dan mengeluarkan arahan untuk menghentikan shalat di masjid.

Beberapa organisasi kesehatan internasional, termasuk Doctors without Borders dan WHO, sebelumnya telah memperingatkan bahwa kurangnya akses ke air bersih dan sabun di Yaman menghambat upaya untuk menghadapi virus corona dan mengancam kehidupan jutaan orang.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:arab saudicovid-19Houthipemberontak al HouthiPerang Yamansyiahvirus coronayaman
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Wabah Corona dan Imunitas (Iman) Kita
Tulisan selanjutnya Wabah Corona Harusnya jadi Momen Orang Tua Ajarkan Akidah Anak di Rumah?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI Siapkan Naskah Akademik dan RUU Pidana LGBT, Akan Didorong Masuk Prolegnas

Berita
29 Juni 2026 17:12
MUI Perjuangkan Akses Hunian Layak bagi Dai dan Guru Ngaji
Jeritan Seorang Homoseksual dan Solusi Drs. Faruq Nasution
Zionis ‘Israel’ Habiskan Hampir Rp3.673 Triliun untuk Perang sejak 7 Oktober
Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu

Terbaru

  • Rusia Sempat Dituduh, Pipa Gas Nord Stream Ternyata Disabotase Tentara Ukraina
  • Helikopter Mendarat Darurat di Laut Arab Satu Tentara Amerika Hilang
  • Membangun Peradaban dari Rumah: Ketahanan Keluarga sebagai Jalan Kebangkitan Umat
  • Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
  • MUI Perjuangkan Akses Hunian Layak bagi Dai dan Guru Ngaji
  • Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial
  • Jeritan Seorang Homoseksual dan Solusi Drs. Faruq Nasution
  • Dua Anggota Garda Revolusi Iran Ditembak Mati dekat Kurdistan
  • Ngaku Bisa Terbang, Pendeta Hindu di India Tewas Usai Terjatuh dari Bukit
  • Dari Ateis jadi Muslim: Perjalanan Simon Wallgren Menemukan Cahaya Islam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?