Hidayatullah.com–Pihak berwenang di Mozambik meminta agar para pemuda tidak bergabung dengan kelompok-kelompok bersenjata Muslim, setelah untuk pertama kalinya mengakui bahwa puluhan orang tewas awal bulan ini dalam salah satu serangan yang terburuk sejak kemunculan aksi pemberontakan tahun 2017.
Seorang jubir kepolisian mengatakan bahwa peristiwa
serangan yang di Cabo Delgado, provinsi yang kaya gas alam, terjadi setelah penduduk setempat menolak bergabung dengan kelompok milisi Muslim.
Para pejabat Mozambique sangat jarang mengkonfirmasi laporan kekerasan bersenjata yang terjadi di wilayahnya, lapor BBC Selasa (21/4/2020).
Dalam konfirmasinya itu Mozambique mengatakan militan menembak mati 52 pemuda desa di distrik Muidumbe.*