Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pemerintah Libya: Haftar Melakukan Kudeta, Dunia Harus Bertindak

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 30 April 2020 09:40 9:40 am
Insan Kamil
Dipublikasikan 30 April 2020 06:55
Bagikan
Jenderal Khalifa Haftar
Bagikan

Hidayatullah.com – Pemerintah Libya yang didukung PBB di Ibu Kota Tripoli menyerukan dialog untuk mempertahankan demokrasi di negara itu setelah Jenderal Khalifa Haftar mendeklarasikan kekuasaanya untuk memerintah negara tersebut.

Dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari Middle East Monitor pada Rabu (29/4/2020), Dewan Presiden mengatakan: “Kebodohan dan keinginan obsesi Haftar terhadap kekuasaan telah menemui jalan buntu. Dengan cara yang konyol, pemberontak mengumumkan kudeta baru yang ditambahkan ke serangkaian kudeta yang ia mulai bertahun-tahun yang lalu.”

“Kudeta yang telah diumumkan oleh penjahat perang malam ini melawan perjanjian politik dan semua badan politik di negara itu tidak mengejutkan bagi kami. Kami berharap dia mengambil langkah ini untuk menutupi kekalahan milisi terorisnya, ”lanjut pernyataan itu. Pengumuman itu dikeluarkan dua minggu setelah pasukan yang setia kepada Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang diakui secara internasional di Tripoli mengusir pasukan Haftar dari beberapa kota utama di barat negara itu.

Pernyataan itu meminta pendukung Haftar, terutama di wilayah timur, untuk meletakkan senjata mereka, mengakhiri pertumpahan darah, dan berpihak pada tanah air mereka. “Masih ada peluang hari ini dan Anda bisa memanfaatkannya,” tambah pernyataan itu.

Dewan Tinggi Negara Libya mengatakan, “Kudeta terhadap jalur demokrasi yang diumumkan oleh penjahat perang Khalifa Haftar tidak lain adalah kelanjutan dari serangkaian upaya kudeta yang gagal dan sebuah manuver yang bertujuan menutupi kegagalannya.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pernyataan itu menuntut PBB dan misinya di Libya untuk memikul tanggung jawab politik dan moral mereka di hadapan Libya dan menolak metode bodoh Haftar dan meremehkan persatuan Libya dan kedaulatan rakyatnya.

Dewan ini meminta Dewan Perwakilan Rakyat untuk bertemu dan melanjutkan jalur negosiasi.

Haftar dari Angkatan Darat Nasional Libya (LNA) yang berusia 76 tahun kemarin menolak perjanjian yang diperantarai PBB tahun 2015, ia menyatakan perjanjian itu sudah kadaluarsa. Pasukan pemberontak Haftar sendiri didukung penuh oleh kekuatan militer UEA, Mesir, Arab Saudi dan tentara bayaran dari Rusia.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:kudetaLibyaperang
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemerintah Diimbau Tak Bekerja Sama dengan Bill Gates Teliti Obat Covid-19
Tulisan selanjutnya Gagal Paham Kaum Feminis tentang Jilbab

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Erdogan Serukan Persatuan Dunia Islam dalam Perayaan Maulid di Istanbul

Berita
29 Agustus 2026 14:04
Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura
Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?