Hidayatullah.com-Arab Saudi secara tiba-tiba menarik pasukannya dari pulau Socotra, Yaman. Keputusan ini dilakukan hanya dua hari setelah mengambil alih markas otoritas setempat di Hadibu, yang telah berada di bawah gempuran milisi dukungan Uni Emirat Arab (UEA) yang bersekutu dengan separatis Dewan Transisi Selatan (STC) lapor Middle East Monitor.
Bentrokan militer telah meningkat dalam beberapa hari terakhir, termasuk laporan adanya serangan udara Saudi terhadap markas-markas militer STC. Terdapat juga laporan bala bantuan Saudi yang tiba di pulau tersebut untuk mendukung milisi afiliasi Partai Islah yang berperang atas nama pemerintah Yaman yang berbasis di Saudi.
Namun, menurut Yaman Press Agency, milisi Islah dan STC telah mencapai kesepakatan yang mendorong pasukan Saudi untuk meninggalkan posisi mereka di pulau itu. Bala bantuan STC dari provinsi selatan Dhalea dan Abyan terus menuju Socotra meskipun adanya genjatan senjata antar faksi.
Sumber lokal meyakini mundurnya Saudi akan meninggalkan penduduk Socotra melawan STC, yang kemungkinan akan berhasil memperkuat kontrol atas pulau tersebut, mendukung klaim beberapa pengamat yang mengatakan bahwa UEA berupaya mencaplok kepulauan strategis tersebut.
Bulan lalu, STC yang berbasis di kota pelabuhan Aden, mendeklarasikan otonomi dari pemerintah Yaman yang diakui PBB, yang ditolak oleh pemerintah dan provinsi selatan dan telah menyebabkan ketegangan serta perpecahan di dalam koalisi pimpinan Saudi melawan pemerintah Houthi di ibukota Sanaa.*